Kota Malang Kekurangan 800 Guru PNS

Kamis, 21 September 2017 – 07:43 WIB
Guru dan siswa. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Kota Malang, Jatim, masih kekurangan sekitar 800 guru PNS untuk SD dan SMP.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah, kebutuhan guru ini terutama ada di tingkat SDN.

BACA JUGA: Dana Tambahan Penghasilan Guru Nonsertifikasi Ngadat

”Apalagi, sampai 1 Januari 2018 proyeksinya ada sekitar 160 guru SD yang pensiun,” kata Zubaidah saat ditemui di Kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga kemarin (20/9).

Untuk guru SD, yang paling banyak dibutuhkan adalah guru kelas, olahraga, dan agama. Sementara kebutuhan guru untuk SMP relatif sedikit. Hanya di pelajaran tertentu seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Bimbingan Konseling (BK).

BACA JUGA: 2019, 50% Dosen Politeknik Harus dari Industri

Untuk mengatasi kekurangan guru ini, disdik akan merekrut tenaga kontrak. ”Tapi tidak dengan SK, ya. Hanya dengan kontrak,” lanjutnya.

Zubaidah menambahkan, perekrutan guru bukan wewenang disdik. ”Yang merekrut kan dari kementerian. Kami hanya mengusulkan dan melaporkan setiap semester melalui laporan online,” ujar Ida, sapaan akrab Zubaidah.

BACA JUGA: 5 Politeknik Ini Rekrut Calon Dosen dari Dunia Industri

Menurutnya, mencari guru sebenarnya tidak sulit. Hanya anggarannya yang terkadang jadi penghambat.

Selama ini, dana yang digunakan untuk guru kontrak adalah dari bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, alokasinya kecil, sehingga belum bisa mencukupi upah minimum kota (UMK).

”Sudah kami hitung. Kalau dananya dimaksimalkan ke kebutuhan SDM, ya nggak mencukupi, karena dana untuk fisik dan penambahan ilmu kan juga penting,” kata dia.

Kekurangan guru itu salah satunya dialami oleh SDN Bandungrejosari 3. Sekolah tersebut kekurangan tiga guru untuk guru kelas. Untuk mengisi kekosongan itu, pihak sekolah merekrut guru tidak tetap (GTT).

”Kita ada kekurangan, karena kapan itu ada guru kita yang pensiun. Sementara diisi oleh GTT dengan kontrak satu tahun,” kata Kepala Sekolah SDN Bandungrejosari 3 Valentina Siti Mariyam.

Dia menambahkan, kebutuhan guru cukup mendesak mengingat jumlah murid yang juga besar. ”Untuk kelas enam saja ada 85 siswa totalnya,” terangnya.

SMPN 6 juga mengalami hal serupa. ”Saat ini kita memang kekurangan guru karena memasuki masa purnatugas,” kata Kepala Sekolah SMPN 6 Malang Risna Widyawati.

Guru yang dibutuhkan saat ini untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling.

”Solusinya, sampai sekarang mereka masih kami karyakan (masih mengajar, Red) sambil kami menunggu penempatan atau pengangkatan CPNS,” katanya. (tab/c1/lid)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Poltek Logam Morowali jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler