jpnn.com - jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami pengakuan Bos PT Impexindo Pratama Basuki Hariman.
Basuki merupakan tersangka suap Hakim Konstitusi (MK) Patrialis Akbar soal dugaan kartel impor daging sapi.
BACA JUGA: Hakim MK Terlibat Suap, Pengkhianatan Tertinggi Pejabat
Sebelumnya, bos daging sapi itu menuding Badan Urusan Logistik (Bulog) telah melakukan monopoli impor daging dari India.
Nah, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hal itu bisa menjadi salah satu perhatian penyidik dalam mengembangkan kasus suap yang menjerat Basuki dan Patrialis.
BACA JUGA: MK Sebaiknya Segera Membentuk Tim Crisis Center
"Saya kira itu bisa menjadi salah satu concern (penyidik) siapa saja pihak-pihak terkait dengan rangkaian peristiwa ini," kata Febri, Sabtu (28/1).
Febri mengatakan, bisa saja dalam pemeriksaan saksi akan muncul dugaan keterlibatan pihak lain.
BACA JUGA: Eks Ketua KY Sebut Patrialis Akbar Pengkhianat
Termasuk soal dugaan kartel impor sapi itu.
"Nanti akan dilihat siapa saja pihak-pihak lain yang akan muncul dalam proses pemeriksaan ini," katanya.
Sebelumnya, Basuki mengatakan, yang boleh mengimpor daging dari India hanya satu perusahaan, yakni Bulog.
"Ini jelas monopoli,” kata Basuki usai diperiksa KPK, Jumat (27/1).
Basuki mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengimpor dari India. Perusahanny, hanya mengimpor dari Australia maupun New Zealand.
Basuki menjawab dengan tegas saat ditanya tentang keberadaan kartel yang bermain dalam impor daging dari India itu.
“Anak muda, benar kamu,” tegasnya. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... INGAT! Ketua MK tak Cukup Minta Maaf
Redaktur & Reporter : Boy