KPK Tunggu Klarifikasi Anggota DPRD Jakarta

Senin, 05 Juli 2010 – 15:06 WIB
JAKARTA- Hingga Senin (5/7) siang, sejumlah anggota DPRD DKI belum membalas surat permintaan klarifikasi yang dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan penerimaan gratifikasi dalam penanganan kasus kerusuhan Koja

"Ada sepuluh orang yang kita kirimi surat," ungkap Humas KPK, Johan Budi, Senin (5/7).

Menurut Johan, KPK akan mengambil langkah lain seandainya surat permintaan klarifikasi itu tak kunjung dibalas

BACA JUGA: Susno Kembali Pra Peradilankan Mabes Polri

Sejauh ini KPK masih memberi waktu kepada 10 anggota DPRD tersebut untuk menyampaikan balasan
Sayangnya Johan belum bersedia membeberkan langkah apa yang mungkin akan diambil KPK nantinya

BACA JUGA: Ibrahim Sempat Minta Rp500 Juta



"Ini niat baik kita
Kita beri kesempatan mereka mengklarifikasi apabila memang tidak ada menerima gratifikasi itu

BACA JUGA: Din Siap Lengser, Haidar Menguat

Tadi saya sudah tanya Direktur Gratifikasi, katanya belum ada balasan," jelas Johan. 

Permintaan klarifikasi oleh KPK ini menyusul adanya aduan dari masyarakat tentang adanya sejumlah anggota DPRD DKI yang mendapatkan hadiah berkaitan dengan penanganan kasus kerusuhan Makam Mbah Priok, Koja Jakarta Utara beberapa waktu lalu

Waktu itu DPRD DKI melalui hak angketnya menyampaikan beberapa rekomendasi di antaranya meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI dan Pelindo, pemberian sanksi bagi pelaksana operasi serta evaluasi kinerja Satpol PP

Johan belum mau menyebut nama sepuluh anggota DPRD dimaksudDia hanya menyebutkan, di dalam surat permohonan klarifikasi, pihaknya juga menyertakan formulir klarifikasi guna memudahkan anggota DPRD memberikan keterangan jika memang mereka menerima gratifikasi tersebut

"Soal nominal dugaan gratifikasi, saya belum bisa sampaikan karena ini baru sebatas infoNanti salah persepsi," pungkasnya.(rnl/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TKI Desak Hong Kong Naikkan Upah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler