KPSI Berencana Duduki Markas PSSI

Anggap Djohar Arifin dan Jajarannya Delegitimasi

Sabtu, 31 Desember 2011 – 07:43 WIB

JAKARTA-Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) sepertinya sudah tak sabar ingin segera mengambil alih kepengurusan PSSI dari tangan Djohar Arifin HusinBuktinya, KPSI berencana segera menduduki kantor induk sepakbola tanah air yang berada di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Anggota KPSI Roberto Rouw mengungkapkan, KPSI akan segera berkantor di SUGBK yang selama ini menjadi markas federasi sepakbola tanah air

BACA JUGA: PBSI Ubah Sistem Kontrak

Rencana itu akan direalisasikan setelah tahun baru nanti
’’Kami akan berkantor di sini per Januari 2012,’’ ujar Roberto Rouw kepada wartawan di depan kantor PSSI, sore kemarin.

Roberto mengatakan, situasi dan kondisi kepengurusan PSSI dalam menggerakkan roda kompetisi sepakbola sudah sangat memprihatinkan

BACA JUGA: Arsenal Pinjam Henry 2 Bulan

Mungkin pria yang juga pengurus Persiwa Wamena itu, melihat pintu kantor PSSI yang belakangan selalu tertutup rapat
’’Bagaimana ceritanya, kantor PSSI setiah hari ditutup begini,’’ tandasnya.

’’Nah, karena itu, biar kantor ini efektif dan tidak sepi seperti ini, biar KPSI saja yang berkantor di sini

BACA JUGA: Sirkuit Jerez Tetap Ada di MotoGP 2012

Kami akan memberitahukan kepada pengelola SUGBK, bahwa mulai Senin setelah tahun baru, kami yang mengantor di sini,’’ ujar Roberto.

Roberto mengaku, tak khawatir muncul anggapan bahwa KPSI dengan cara paksa mengambil alih kepengurusan PSSI dari tangan DjoharSetelah Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Hotel Pullman, Jakarta beberapa waktu lalu, kata Roberto, legitimasi kepengurusan Djohar dkk sudah hilang.

’’Kami bicara legitimasiLebih dari 2/3 anggota PSSI sepakat menggelar KLBNah, dengan begitu, amanah yang diberikan anggota PSSI kepada kepengurusan PSSI yang sekarang sudah dicabutNah, kalau amanah sudah dicabut, mereka harus mundur,’’ tandasnya.

Desakan agar Djohar dan jajaran mundur dari kepengurusan semakin kuatJika sebelumnya, hanya 452 anggota yang meminta agar Kongres Luar Biasa (KLB) segera digelar, terus bertambah’’Saat ini bertambah 10 anggota lagi yang menyatakan harus ada KLB,’’ tandas Roberto.

Lebih lanjut dikatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah anggota PSSI yang mendesak agar segera digelar KLB akan terus bertambah’’Ya, potensi terus bertambah dukungan digelarnya KLB sangat terbukaItu jika melihat banyaknya kesalahan fundamental yang dilakukan pengurus PSSI saat ini,’’ tutur pria yang juga pengurus di Pengprov PSSI Wamena itu.

Sayang, ketika diminta siapa saja 10 anggota PSSI yang belakangan menyatakan dukungannya terhadap KLB, Roberto enggan membeberkannya’’Kami masih menyimpan berkas tersebut,’’ imbuhnya seraya mengatakan bahwa berkas tambahan itu tidak disertakan dalam satu dokumen berisi surat dukungan KLB dari 452 anggota PSSI yang rencananya dikirim kepada FIFA dan AFC awal Januari 2012.

’’Berkas dari 452 anggota PSSI itu kan sudah kami legalisir dan kami jadikan satu dokumen dan tinggal dikirimJadi pernyataan tambahan dari 10 anggota itu kami tidak sertakan untuk dikirim ke FIFA dan AFCTapi jika nanti masih ada yang meragukan, maka akan kami keluarkan berkas itu,’’ akunya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tak gusar dengan gerakan kudeta dari KPSNPasalnya, Djohar meyakini, kepengurusan di bawah kepemimpinannya mendapat legitimasi dari induk sepakbola dunia, AFC maupun FIFAKarena itu, Djohar mengaku tak begitu khawatir dengan gerakan penggulingan dari kelompok pimpinan Tony Apriliani tersebut.

Dihubungi Jumat (30/12), Djohar yang saat ini tengah pulang kampung di Medan dalam rangka liburan tahun baru, meminta kepada semua pihak tidak bertindak gegabahSebab, tindakan gegabah dinilai akan merugikan sepakbola IndonesiaItu karena, sepakbola tanah air akan dijatuhi sanksi oleh FIFA dan AFC

’’Jangan kacaukan keadaanSemua harus berpikir untuk kepentingan bangsaKita harus berusaha agar bagaimana tetap berada dalam barisan FIFA maupun AFCJangan hanya ingin merebut kedudukan, tapi yang menjadi korban ’Merah Putih’,’’ tegas Djohar.

Dia mengungkapkan, dalam organisasi, PSSI punya aturan main yang wajib dipatuhi semua pihakApalagi, saat ini FIFA maupun AFC baru saja memerintahkan agar semua kompetisi harus di bawah kendali PSSI’’Kita sedang berupaya agar klub di luar kompetisi resmi bisa ikut kompetisi ilegalSelain itu, timnas kita bisa utuh seperti semula dan bukan sebaliknya," tandas Djohar.

Seperti diberitakan, KPSI telah mengikrarkan diri mengambil alih kewenangan PSSI untuk menjalankan roda organisasi persepakbolaan IndonesiaHal itu dilakukan menyusul adanya surat mosi tidak percaya terhadap PSSI kepemimpinan Djohar Arifin Husin yang diklaim mendapat dukungan dari 452 anggota PSSI atau 2/3 lebih anggota PSSI.

Ketua KPSI, Tony Apriliani, dalam sesi jumpa pers sehari sebelumnya menegaskan, terhitung pada Rabu (28/12), KPSI sesuai yang diamanahkan dalam Rapat Akbar Sepak bola Nasional (RASN) di Pullman Hotel beberapa waktu, berwenang mengurusi seluruh kegiatan sepakbola nasionalItu karena pengurus PSSI hasil Munaslub di Kota Solo dinilai tidak kredibel untuk memimpin organisasi.

Sayangnya, keinginan KPSI untuk mengambil alih tugas PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola nasional, masih belum bisa direalisasikan dengan baikHal tersebut menyusul belum adanya restu dari FIFA maupun AFC, selaku badan tertinggi sepakbola dunia.

’’Surat mosi tidak percaya terhadap kinerja PSSI akan segera kami kirimkan kepada AFC dan FIFA,’’ tegas Tony, salah seorang anggota Exco PSSI yang baru saja dijatuhi sanksi oleh Komite Etik PSSI, berupa larangan mengikuti kegiatan sepakbola nasional di bawah PSSI secara permanen, menyusul tuduhan makar yang ia lakukan terhadap organisasi(sis/lis)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Carletto Sudah Tiba di Paris


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler