KPU Optimistis Partisipasi Masyarakat pada Pilkada 2020 Mencapai 77,5 Persen

Senin, 07 Desember 2020 – 21:28 WIB
Ilustrasi Pilkada serentak 2020. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memantau tingkat antusias masyarakat melaksanakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020, yang akan diselenggarakan 9 Desember mendatang.

Hasilnya, tingkat kesadaran masyarakat untuk memilih pada pilkada yang digelar di 270 daerah, menunjukkan adanya peningkatan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Oh Begini Modus Menteri Juliari, Munarman FPI Protes, Jawaban Bang Ruhut Adem

Arief pun berharap semua pihak ambil bagian untuk sama-sama peduli menegakkan protokol kesehatan pada pemungutan suara nantinya.

"Bagi kami, tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait penyebaran Covid-19 saat kegiatan pencoblosan, jika protokol kesehatan dipatuhi," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (7/12).

BACA JUGA: Jelang Pilkada, Guru Honorer jadi Primadona

Menurut Arief, penyelenggara telah mengatur sedemikian rupa, agar nantinya tidak terjadi penumpukan massa di tempat pemungutan suara (TPS).

Antara lain, dengan mengatur jam kedatangan para pemilih, sehingga tidak bersamaan.

BACA JUGA: Demi Pilkada Tangsel Aman dan Bersih, PKS Siapkan Satgas Antipolitik Uang

"Di tiap TPS juga disediakan fasilitas cuci tangan. Lalu sarung tangan ketika mencoblos. Ini untuk melindungi saat pegang surat suara hingga menyentuh meja kursi. Ini perlu dikabarkan sehingga semua pihak mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Arief optimistis pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 berjalan lancar dan tingkat partisipasi meningkat.

Optimismenya juga didasari tren hasil pemilihan langsung selama ini.

"Kalau dilihat 2015, angka rata-rata partisipasi 63 persen. Nah, yang serentak itu kan pilkada 2015, 2017, 2018. Kami mencatat trennya juga naik. Pilkada terakhir angka rata-ratanya 72 persen. Memang belum mencapai target nasional, namun trennya meningkat," katanya.

Pandangan senada juga dikemukakan anggota KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

"Kami KPU berusaha seoptimal mungkin melakukan persiapan pemungutan dan penghitungan suara, termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan," ucapnya.

Raka berharap pemilih nantinya dapat benar-benar menggunakan hak pilih, dengan memenuhi protokol kesehatan.

"Alat pelindung diri (APD) maupun logistik pemilihan sesuai ketentuan diharapkan tiba di TPS paling lambat sehari sebelum hari H," katanya.

Raka optimistis target partisipasi pemilih 77,5 persen akan dapat terwujud.

"Target itu merupakan ikhtiar sungguh sungguh dari KPU untuk menjaga dan memfasilitasi pelaksanaan/penggunaan hak pilih. Selain KPU, maka peran peserta dan pemilih juga sangat penting," kata Raka.(gir/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler