JAKARTA -- Penanganan masalah pilkada Kota Medan menemui kebuntuan, lantaran hingga kemarin (3/5) KPU Medan tetap tidak sudi bertemu dengan KPU PusatYang terjadi malah saling menyalahkan
BACA JUGA: Aturan Belum Lengkap, KPU Tolak E-Voting
Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution menyalahkan KPU Medan yang tanpa alasan yang jelas membatalkan rencana pertemuan dengan KPU PusatBACA JUGA: Ade Komaruddin Digadang Pimpin SOKSI
Putu bahkan menuding KPU Sumut telah melakukan pembiaran hingga persoalan berlarut-larut."KPU Sumut telah melakukan politik pembiaran
BACA JUGA: Marzuki Bantah DPR jadi Bunker Koruptor
Putu mengatakan hal itu dengan nada tinggiYang lebih menjengkelkan Putu, belakangan ini KPU Medan dan KPU Sumut berdalih tidak mengakomodir pasangan Rudolf Pardede-Afiffudin karena sebagian surat suara sudah dicetak dan kalau harus dicetak ulang dengan menyertakan Rudolf-Afif, maka akan terbentur masalah anggaranMenurut Putu, alasan seperti itu lucu dan menunjukkan tidak ada itikad menyelesaikan masalah
"Kalau ada itikad baik, ya semua harus klir sebelum surat suara dicetakIni alasan yang dicari-cari dan semakin menunjukkan ada skenario sejak awal," ujar Putu, masih dengan nada tinggi.
Putu menilai, KPU Medan bersikap keras kepala, tanpa didasari argumen yang jelasDalam kondisi yang sudah mepet menjelang pilkada 12 Mei ini, lanjut Putu, KPU Sumut tidak bisa serta merta melemparkan bola panas ke KPU Pusat"Karena sejak awal, yang mesti bertindak tegas adalah KPU SumutTidak bisa semua langsung ke KPU Pusat," terangnyaTerlebih, KPU Pusat sendiri sudah beberapa kali mengingatkan KPU Medan mengenai persoalan pasangan Rudolf-Afif iniYang pertama KPU Medan berdalih belum menerima surat resmi hasil pleno KPU PusatSekarang, sudah ada surat pleno KPU Pusat yang dikirim, tapi tetap tidak juga dijalankanBahkan, menurut Putu, dirinya juga mengingatkan dengan nada keras lewat layanan pesan singkat (SMS) kepada anggota KPU Medan dan KPU Sumut.
Nada bicara Putu semakin tinggi, karena ada rumors dirinya dituduh telah menerima sesuatu dari Rudolf lantaran bersikap keras terkait masalah iniDia menantang untuk disumpah, guna meyakinkan bahwa dirinya tidak ada "main" dengan Rudolf"Mari bediri berjejerLima anggota KPU Medan, lima anggota KPU Sumut, dan saya sendiri, untuk disumpah, siapa sebenarnya yang menerima sesuatuSaya bersikap keras karena saya Ketua Pokja Nasional urusan pilkada, yang punya kepentingan agar seluruh pilkada berjalan lancarRakyat Medan jangan mencurigai saya," tegas Putu.
Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab bila pilkada Medan nanti bermasalah alias cacat hukum? Dengan tegas Putu mengatakan, "KPU Medan yang mesti bertanggung jawab."
Dihubungi terpisah, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution menjelaskan, rencana pertemuan dengan KPU Pusat batal lantaran KPU Medan membatalkan tanpa alasan yang jelas"Kami hari ini akan mengirim surat ke KPU Pusat yang berisi penjelasan sebagai respon surat yang sudah dikirim KPU Pusat," ujar IrhamHanya saja, dia belum sempat menjelaskan apa materi surat yang akan dikirimkan itu(sam/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Marzuki Alie Tolak Anggaran Gedung DPR Rp1,8 Triliun
Redaktur : Soetomo Samsu