Kredit Bermasalah Bank Permata Bikin Pendapatan Astra Turun

Rabu, 02 November 2016 – 01:52 WIB
Ilustrasi. Foto: Astra

jpnn.com - JAKARTA – Performa keuangan PT Astra International Tbk (ASII) menunjukkan perbaikan di sejumlah industri pada kuartal ketiga 2016.

Sayangnya, hal itu tak diimbangi dengan pendapatan dan laba bersih konglomerasi.

BACA JUGA: Potensi Investasi Pemanfaatan Limbah Sawit Meningkat

Selama periode tersebut, pendapatan dan laba bersih konglomerasi itu masih menunjukkan penurunan.

Berdasar data keuangan ASII, pendapatan usaha tercatat Rp 132,294 triliun atau minus empat persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

BACA JUGA: Ekspor Perhiasan Moncer, Dubai Jadi Pintu Masuk

Demikian pula laba bersih Rp 11,277 triliun yang turun enam persen bila dibandingkan dengan kuartal ketiga 2015.

Penurunan pendapatan disumbang dari sektor alat berat, pertambangan, jasa keuangan, dan agrobisnis.

BACA JUGA: Anggaran Defisit, Fokus Bayar Utang

Penurunan disebabkan pelemahan harga komoditas serta kenaikan penjaminan kredit bermasalah di PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Rasio kredit bermasalah di bank yang 44 persen sahamnya dimiliki Astra tersebut meningkat dari 2,7 persen menjadi 4,9 persen terhadap total kredit yang disalurkan. 

Pendapatan dari Toyota juga menurun setelah restrukturisasi model distribusi dua tingkat (two-tiered) berlaku efektif pada awal tahun ini.

Kendati demikian, sektor otomotif masih menunjukkan kenaikan untung berkat peluncuran sejumlah produk baru.

Laba bersih dari segmen otomotif naik 12 persen menjadi Rp 6 triliun selama periode sembilan bulan tahun ini.

Laba bersih kelompok jasa keuangan turun 31 persen menjadi Rp 2,1 triliun berkat rugi bersih Bank Permata Rp 1,2 triliun sepanjang sembilan bulan tahun ini.

Meski demikian, laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) meningkat.

”Kinerja grup Astra tahun ini diharapkan merefleksikan terus membaiknya kinerja bisnis otomotif. Bersamaan dengan beberapa peningkatan kinerja di sektor agrobisnis serta sedikit pulihnya bisnis alat berat dan pertambangan,” ungkap Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto dalam keterangan resminya kemarin (31/10).

Dia melanjutkan, masih ada kekhawatiran. Terutama dari tingkat kredit bermasalah di Bank Permata. (gen/c16/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementerian PUPR Minta Pemda Data Aset Tanah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler