jpnn.com - TARAKAN – Warga kurang mampu di Kota Tarakan, Kalimantan Utara mengeluhkan pendistribusian raskin. Pasalnya, kualitas raskin tersebut berbeda-beda.
“Tadi, saat rapat, ada lurah yang komplain mengenai kualitas beras yang berbeda-beda dari satu karung ke karung lainnya, dan dikomplain masyarakat,” ungkap Asisten III Pemkot Tarakan Maryam.
BACA JUGA: Ini Dia Calon Pemodal 3 Jalan Tol di Kaltim
Kepala Bulog Tarakan Sarifuddin Sila mengatakan, beras-beras ini tidak hanya berasal dari Jawa, melainkan juga dari Sulawesi. Di dalam penyerapan beras dari distributor ini, pihak Bulog itu tidak melihat varietas. Yang penting layak untuk dikonsumi dan memenuhi standar.
"Saya pikir kualitas tidak ada yang tidak layak untuk dikonsumsi. Semua layak dikonsumsi, cuma berbeda kualitas dari beras-beras yang ada di pasaran," jelas Sila.
BACA JUGA: DPR Dorong Terminal Amplas Segera Diurus Pusat
Sebagaimana diketahui, pendistribusian raskin tahun saat ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Yakni diperuntukan 6.605 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah beras 99 ton 75 kg per bulan. (ash/jos/jpnn)
BACA JUGA: Honorer K2 Diminta Sabar tapi Terus Tagih Janji Yuddy
BACA ARTIKEL LAINNYA... Cara Menikah Suku yang Halalkan Pria Kawini Ibu Kandung
Redaktur : Tim Redaksi