Kubu Prabowo Dorong Pemilu Berkualitas Tanpa Kecurangan

Sabtu, 23 Februari 2019 – 07:43 WIB
Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan (tengah) saat diskusi Empat Pilar MPR bertema “Menuju Pemilu Berkualitas” di Media Center, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/2). Foto: Friederich Batari/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan mendorong pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tanpa kecurangan sehingga demokrasi di Indonesia semakin berkualitas.

Hal itu disampaikan Ferry ketika menjadi pembicara diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Menuju Pemilu Berkualitas dan Berintegritas” di Media Center, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

BACA JUGA: MPR: Pemilu Berkualitas dan Berintegritas jadi Harapan Bersama

“Jika kita abai tentang ini maka peradaban bangsa kita mengalami suatu problem serius," kata Ferry.

BACA JUGA: Ingat! Jaga Pemilu Sebagai Sebuah Peradaban dan Hajatan Kebangsaan

BACA JUGA: 13 Cara Kerja Strategis untuk Para Saksi Dalam Mengawal Suara

Dia mengatakan, pemilu merupakan faktor penting menjaga citra negara di mata dunia. Kecurangan dalam pemilu membuat Indonesia tak dihargai negara-negara dunia.

"Itu yang saya kira, semua harus mengingatkan. Hasil dari Pemilu yang tidak diselenggarakan sesuai ketentuan, saya kira akan menurunkan derajat kebangsaan kita. Jadi kita jadi negara yang tidak dihargai," lanjut mantan politikus Partai Nasdem.

BACA JUGA: Bersih dari Mantan Koruptor Jadi Modal Kuat PSI

Ferry mengaku, bakal mempraktikkan politik kejujuran sehingga kemenangan bakal diterima semua pihak yang berkontestasi.

"Mari kita menangkan pemilu dengan cara halal, bukan menghalalkan segala cara," ungkap dia.

Selain masalah kecurangan, pemilu berkualitas dapat terwujud jika aturan main ditegakkan. Meski begitu, lanjut Ferry, diperlukan sisi edukasi ketika aturan main ditegakkan.

"Kualitas berkompetisi juga pemberian sanksi yang harus ditegakkan. Karena saat kampanye. Bawaslu saya lihat bergerak atas dasar persepsi atas suatu pelanggaran. Misalnya, ketika Bawaslu menertibkan alat peraga kampanye para caleg, harusnya dia tidak serta dicopot. Harusnya ada edukasi. Dipanggil itu para caleg," pungkasnya.

Dalam diskusi ini, turut hadir sebagai pembicara politikus PDIP Effendi Simbolon dan Pengamat Politik UIN Ady Prayitno dan dipandu seorang wartawan media cetak nasional Danial Bangu.(mg10/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ormas Punya Peran Penting Wujudkan Pemilu Damai


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler