Kuliah Umum di UMP, Novanto Jelaskan Pentingnya Pendidikan Politik

Senin, 28 November 2016 – 18:58 WIB
Ketum Golkar Setya Novanto memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiah Palangkaraya. Foto: Ist for JPN

jpnn.com - PALANGKARAYA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Setya Novanto menyampaikan kuliah umum di ruang serbaguna Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Senin (28/11).

Di kampus yang berjulukan The Green Islamic ini Novanto menyampaikan kuliah umum bertema: Sinergitas Penguatan Peran Partai Politik dan Perguruan Tinggi Dalam Melakukan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat. 

BACA JUGA: Kemendikbud Targetkan Tiga Emas di Olimpiade Sains SMP Tingkat Dunia

"Untuk membangun national and character building di kalangan generasi muda, khususnya para mahasiswa sangat penting dilakukan pendidikan politik," kata Novanto dalam sambutannya. 

Sebagai calon pemimpin masa depan, kata dia, mahasiswa akan mendapat pengetahuan tentang wawasan kebangsaan, pentingnya menjaga kebhinnekaan, sistem politik dan ketatanegaraan, serta bagaimana memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat. 

BACA JUGA: DPR: Kebijakan Mendikbud Yang Bikin Stes

Dalam pemaparannya, Setnov juga menjelaskan peran partai politik dalam membangun bangsa dan negara. Kata dia, lewat parlemen dan pemerintahan partai politik terlibat dalam penyusunan kebijakan kenegaraan dan pembangunan untuk kemakmuran dan kesejahteraan, termasuk pendidikan untuk rakyat. 

"Perguruan tinggi juga dapat menjadi laboratorium pendidikan politik rakyat melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Bahkan bisa menjadi sumber kader bagi partai politik untuk ditempatkan di posisi-posisi strategis di bidang politik," jelasnya. 

BACA JUGA: Jika Jadi Moratorium Unas, Surabaya Bakal Gelar Ujian Lokal

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Dr. Bulkani, MPd sangat menaruh harapan adanya kerjasama dengan partai politik, khususnya Golkar dalam membina mahasiswa menjadi generasi yang tangguh, berintegritas dan profesional. 

"Sosialisasi politik di kalangan mahasiswa juga sangat penting agar mereka tidak terkungkung seperti kodok dalam tempurung sehingga lupa akan tugasnya sebagai calon intelektual yang harus peka terhadap persoalan masyarakat," jelas Bulkani. 

Di akhir uraiannya, Novanto menyuntikkan motivasi kepada mahasiswa dengan menceritakan pengalaman masa mudanya yang hidupnya susah dan penuh tantangan. 

"Harus kerja keras yang tidak kenal lelah, tekun dan rajin akhirnya satu demi satu keberhasilan itu datang, mulai sebagai pengusaha hingga akhirnya sukses sebagai politisi handal. Karena itu mahasiswa tidak boleh berkecil hati walaupun kuliah sambil bekerja, karena itu juga pernah saya lakukan," kata dia. 

"Jangan minder, semua bisa kalau kita punya kemauan dan kerja keras, saya waktu muda dulu susah sekali, sempat jadi supir, tukang beras. Tapi karena saya punya kemauan yang kuat untuk maju akhirnya saya jadi pengusaha, kemudian masuk ke partai, jadi anggota DPR, jadi ketua DPR dan sekarang jadi ketua umum Partai Golkar," beber Novanto

Dalam acara ini, wali kota dan wakil wali kota Palangkaraya, para pejabat provinsi dan kota serta para dosen juga turut hadir. Acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata dan foto bersama. (rmol/dil/jpnn)


 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Diminta Tetapkan 5 Oktober Jadi Hari Guru Nasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler