Kuota CPNS di Provinsi Jambi 2.600, Lulus CAT Hanya 537

Selasa, 13 November 2018 – 22:02 WIB
Tes CPNS. Ilustrasi Foto: Radar Banyuwangi/JPNN.com

jpnn.com, JAMBI - Hampir seluruh daerah di Provinsi Jambi sudah merampungkan sesi Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS 2018 ini. Saat ini hanya tinggal menunggu Kabupaten Tebo yang masih ada sesi tes hingga 16 November mendatang.

Namun demikian, hasilnya sudah bisa diraba. Kuota dipastikan tidak terpenuhi. Pasalnya, dari 10 kabupaten/kota plus Pemprov Jambi, tak ada satu pun daerah di Provinsi Jambi yang angka kelulusannya sesuai passing grade berada di atas jumlah kuota yang tersedia.

BACA JUGA: Pelajar Berusia 13 Tahun Digarap Tujuh Pria di Pondok Sawah

Data yang berhasil dihimpun koran ini, angka kelulusan paling rendah ada di Kabupaten Sarolangun. Dari 1.717 pelamar, tercatat hanya 21 peserta yang lulus Passing Grade, sementara kuota yang tersedia sebanyak 240 kuota.

Meski masih berada di bawah kuota, Muaro Jambi paling tinggi untuk daerah. Dari 5.329 orang yang lulus bahan dan mengikuti CAT, 102 orang memenuhi standar passing grade. Sementara jumlah kuota sebanyak 264 kuota.

BACA JUGA: Air Kiriman Segera Tiba, Warga Bantaran Sungai Diminta Siaga

‘‘Yang lulus CAT hanya 102 orang selama 6 hari pelaksanaan seleksi, jumlah ini akan kami kirimkan ke BKN dan Manunggu kebijakan Pemerintah Pusat," ujar Sekretaris BKD Muarojambi Budi Saputra saat dikonfirmasi.

Totalnya, dari 2.600 kuota se Provinsi Jambi, yang saat ini tercatat 537 peserta yang berhasil lolos ambang batas.

BACA JUGA: Pengakuan Melati pada Kakek Ungkap Ulah Bejat Sang Ayah

Waldi Bakri, Kepala BKPSDM Sarolangun mengatakan, dari 1.717 peserta, hanya 1.649 yang mengikuti test CAT tersebut, sementara 68 lagi tidak hadir.

“Saya kecewa dengan hasil tes CAT CPNS Sarolangun pada tahun ini (2018),” kata Waldi Bakri.

Meski banyak peserta yang tidak memenuhi Passing Grade, Waldi mengatakan jika pihaknya tetap akan menunggu dari hasil pers rilis Kemenpan RB dan BKN.

"Bisa dikatakan, 240 formasi yang kita sediakan tidak akan terisi semua, tapi apa mau dikata, BKPSDM sifatnya hanya memfasilitasi saja, jadi yang punya wewenang penuh adalah Kemenpan,"pungkasnya.

Kepala Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Merangin, Nasution saat dikonfirmasi membenarkan sedikitnya peserta yang lulus tersebut.

"Kita di kabupaten Merangin cuma 60 orang yang lulus atau yang memenuhi passing grade, dan banyak yang tidak memenuhi passing grade," ujar Kepala BKPSDM Merangin.

Dengan jumlah kelulusan yang sedikit, tentu semua Formasi CPNS belum terpenuhi. saat ditanya apakah SKB nantinya hanya diikuti 60 orang yang lulus atau menunggu petunjuk dari pusat? Nasution mengatakan, tentu akan menunggu keputusan pemerintah pusat, karena tidak hanya merangin, masalah dikitnya peserta mencapai Passing Grade terjadi secara nasional.

''Langkah kita adalah menunggu petunjuk dari pusat karena ini terjadi secara nasional. Tidak bisa daerah, untuk selanjutnya pada tanggal 22 sampai 23 bulan ini test SKB," jelas Nasution

Nasution juga mengatakan, jumlah peserta yang memenuhi Passing Grade tersebut, 50 persennya diisi oleh formasi kesehatan. dan untuk K2, dari 40 peserta hanya dua orang yang mencapai passing grade.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Kerinci, Syahril Hayadi, dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk di Kabupaten Kerinci, dari ribuan peserta yang mengikuti tes CPNS dari tanggal 7 sampai 9 November 2018 kemarin. Hanya 23 peserta yang lulus pasing grade TWK, TIU, dan TKP.

"Hingga sesi terakhir, hanya 23 peserta yang lulus pasing grade," ujarnya.

Tentunya masih banyak formasi yang kosong, jika dilihat dari jumlah formasi yang dibutuhkan yakni 230 orang. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terkait hasil kelulusan tes CPNS di Kabupaten Kerinci.

"Hasil kelulusan kita masih menunggu keputusan Panselnas, Mudah-mudahan kebijakan yang di ambil bisa membantu masyarakat kita," ungkap Syahril.

Hal senada juga dikatakan Kepala BKPSDMD Kota Sungai Penuh, Dedi Wahyudi. Pihaknya saat ini, juga masih menunggu petunjuk dari Pemerintah pusat. "Kami masih menunggu petunjuk Pemerintah pusat, soal sedikitnya peserta yang lulus pasing grade," ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Batanghari, M. Rifa'i Kadir menjelaskan tidak semua perserta SKD hadir dalam mengikuti tes SKD tersebut.

"Dari 1.403 peserta jumlah tes SKD hanya 1.250 peserta yang hadir, sisanya 28 orang tidak hadir,"jelas Rifa'i

Dari jumlah peserta hadir, rupanya hanya 25 orang CPNS dinyatakan lulus passing grade. Sementara 1.378 orang peserta dinyatakan tidak lulus passing grade.

"Formasi guru yang lulus passing grade 6 orang, formasi kesehatan 10 orang, formasi teknis 8 orang dan formasi K2 hanya 1 orang," bebernya.

Kemudian Rifa'i menjelaskan formasi guru tidak lulus passing grade berjumlah 641 orang, formasi kesehatan 241 orang, formasi teknis 487 orang dan formasi K2 9 orang.

Seperti apa solusinya? Bupati Merangin, Al Haris saat dikonfirmasi terkait minimnya peserta CPNS yang mencapai Passing Grade mengatakan, akan mendata berapa formasi yang terisi, data tersebut akan dibawa saat dirinya melakukan pertemuan dengan Kementrian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

''Hari ini saya sudah minta BKPSDMD mendata, berapa formasi yang terisi, nah sisanya ini saya dan teman-teman bupati ke Kemenpan nanti, apakah kita test lagi atau Passing Grade yang diturunkan untuk mengambil ranking dibawahnya, kita masih meminta petunjuk Kemenpan," ungkapnya.

''Saya lebih cenderung nanti, kalau anak-anak Merangin yang kontrak itu yang kita utamakan, walau nilai passing grade nya dibawah, namun mereka bisa diambil, itu yang saya harapkan,’‘ tutup Bupati.

Belum Positif Lolos

Sebanyak 128 peserta dinyatakan nilainya memenuhi passing grade untuk formasi Pemerintah Provinsi Jambi. Namun jumlah ini bisa saja berkurang karena belum diumumkan secara resmi oleh BKN Pusat. Pasalnya daerah menumpukan kepastiannnya pada pusat termasuk sangat kurangnya peserta yang lolos dibandingkan dengan kuota yang dibuka.

Husairi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi melalui Pahari selaku Kabid PKP dan Mutasi menyampaikan untuk kepastian peserta yang lolos bukanlah kewenangan mereka. “Kami belum pasti (segitu, red) , yang mengumumkan BKN bukan Provinsi,” ujarnya saat dikonfirmasi Koran ini (11/11). Termasuk soal kewenangannnya Pahari mengaku menunggu komando dari pusat.

Untuk di Provinsi Jambi sendiri , Pahari menyebut sebenarnya ada kuota sebanyak 235 jabatan, namun tidak terpenuhi. “Yang lulus passing grade sendiri belum positif, ada 128 orang yang lulus SKD CAT,” ungkapnya. Pahari menyampaikan untuk pemprov sendiri ada sebanyak 4.276 yang lulus tahapan administrasi. Namun hanya 4.126 saja yang mengikuti ujian SKD CAT.

Sementara Kepala UPT BKN Jambi, April Koni ketika dikonfimasi koran ini sebelumnya menyebutkan perkara hasil tes yang kebanyakan tidak mencukupi kuota yang ditetapkan daerah, nantinya akan diputuskan oleh panselnas. “Sekarang hasil sudah masuk di panselnas , tunggu saja kita berharap kabar baik buat adik-adik (peserta, red) semua,” singkatnya. (rza/hnd/wwn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usut Kasus Bimtek, Penyidik Bakal Periksa Anggota DPRD Jambi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler