La Ode Ida Anggap PAN Sukses Bangun Dinasti Keluarga

Minggu, 01 Maret 2015 – 18:00 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPD RI, La Ode Ida menganggap berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) 17 tahun lalu, terkait erat dengan semangat gerakan reformasi. Amien Rais pada saat itu, diposisikan sebagai salah satu lokomotif gerakan reformasi sampai pada lengsernya penguasa orde baru Soeharto.

Amien bersama tokoh reformasi lainnya menurut Ida, mendirikan PAN yang misinya sebagai upaya pengejawantahan misi reformasi pada tingkat negara, di mana memang parpol berlambang matahari bersinar itu selama tiga pemilu di era reformasi berhasil masuk dan bertahan sebagai parpol papan tengah.

BACA JUGA: Proses Pemilihan Dirahasiakan, Kubu Hatta Optimistis Ungguli Zulkifli Hasan

"Amien Rais pun berperan penting di PAN, mulai sebagai ketua umumnya sampai saat ini sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN," ujar Ida, Minggu (1/3).

Tapi keberadaan PAN sekarang lanjutnya, agaknya kian jauh dari substansi perjuangan reformasi. Pertama, praktik korupsi diduga dipraktikkan juga oleh oknum-oknum politisi PAN. Kedua ujar mantan kader PAN itu, kasus kepemilikan rekening gendut yang ternyata diberitakan dimiliki oleh ada salah seorang kader PAN di suatu daerah. Pihak PAN terus saja membiarkannya berperan dan berpengaruh di PAN, bahkan konon jadi bagian sumber pembiayaan PAN.

BACA JUGA: Minimalisir Friksi Hatta Vs Zulkifli, Pilih Ketum PAN Tanpa Panitia Pemilihan

"Jika info ini benar, maka PAN terus merawat figur-figur korup dan bahkan memanfaatkannya. Ini bertentangan dengan substansi perjuangan reformasi," tegasnya.

Ketiga kata Ida, praktik nepotisme sangat dahsyat dilakukan di berbagai daerah. Anak, istri, saudara kandung, bapak, ibu, mertua dan barisan keluarga inti, diporsikan dan bahkan dipaksakan untuk jadi pejabat briokrasi di daerahnya, pejabat politik juga menggarap bisnis atau proyek.

BACA JUGA: Korban Luka di Kongres PAN dapat 28 Jahitan

"Singkatnya, PAN berhasil membangun dinasti keluarga di sejumlah daerah dan terus dibiarkan," ungkap mantan senator asal Sulawesi Tenggara itu.

Fakta tersebut menurut Ida, diperkuat oleh fakta dukungan Amien Rais kepada Zulkifli Hasan untuk jadi Ketum dalam Munas Bali yang saat ini tengah berlangsung. 

"Itu justru sangat menguatkan praktik membangun dinasti keluarga di bawah persetujuan Amien Rais. Soalnya Zulkifli Hasan adalah besan Amien Rais. Jika saja tidak jadi besan, barangkali Amien Rais tidak akan mendukung Zulkifli Hasan," pungkasnya. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tjatur: Idrus Marham Bersedia Bersaksi soal Hatta dan Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler