Lagi, Dahlan Iskan Suarakan Perlunya Ratifikasi Standar Perusahaan Pers

Selasa, 09 Februari 2016 – 08:32 WIB
Mendikbud Anies Baswedan bertemu dengan Dahlan Iskan di rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Hotel Lombok Raya di Mataram (8/2). Foto: Humas Kemendikbud/Jawa Pos

jpnn.com - MATARAM – Dahlan Iskan menjadi peserta spesial diskusi panel dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Hotel Lombok Raya kemarin (8/2).

Tokoh pers sekaligus Menteri BUMN di era Kabinet Indonesia Bersatu II itu duduk di deretan kursi paling belakang. Dia benar-benar menjadi peserta diskusi yang dipimpin Nurjaman Muchtar itu.

BACA JUGA: Poin Penting Perubahan Penyaluran Dana Desa

Dahlan baru berkomentar setelah diminta secara khusus oleh Nurjaman. Ketua Dewan Pimpinan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat periode 2015-2019 itu menyinggung gagasannya tentang ratifikasi perusahaan pers. "Setiap HPN saya selalu menyuarakan ratifikasi ini," katanya di dalam diskusi bertajuk Revolusi Mental Pers Indonesia menuju Pers Profesional dan Sejahtera itu.

Banyak sekali aspek atau bidang yang bisa diratifikasi. Diantaranya adalah urusan penegakan kode etik. Dahlan menjelaskan menindak oknum pers karena melanggar kode etik jurnalisme itu susah. Tapi ketika kode etik itu sudah diratifikasi oleh perusahaan pers, jadi mudah menegakkannya. "Kalau ada pelanggaran, bisa ditindak karena melanggar aturan perusahaan," jelas dia.

BACA JUGA: Gerindra-PKS Sudah Pisah Ranjang?

Mantan bos PLN itu menjelaskan koran-koran yang sudah meratifikasi aturan-aturan di dunia pers, baik kode etik maupun urusan standar gaji karyawan, diberi tanda khusus. Sehingga masyarakat bisa mengetahui koran mana saja yang sudah melakukan ratifikasi. Berbekal tanda ratifikasi itu, masyarakat bisa menaruh kepercayaan terhadap sebuah koran atau produk perusahaan pers lainnya.

Dalam kesempatan ini, Dahlan juga mengomentari pembicara kunci diskusi Mendikbud Anies Baswedan. Baginya Anies telah sukses menominalkan dan membirokrasikan gagasan-gagasan briliannya. 

BACA JUGA: Kejagung Segera Tentukan Nasib Konglomerat Ini

"Semua tahu Pak Anies bukan orang birokrasi. Tetapi bisa menyampaikan gagasannya di lingkungan birokrasi," katanya. Diantara gagasan atau program Anies yang menarik bagi Dahlan adalah penerbitan neraca pendidikan daerah. 

Usai diskusi Dahlan dan Anies langsung bersua dan berjabat tangan. Keduanya lantas berpisah untuk menghadiri kegiatan masing-masing berikutnya. (wan)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... RAME! Agung Sebut Ada 12 Orang yang Ngebet Jadi Ketum Golkar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler