Lagi, Pesta Miras Bikin Tiga Orang Tewas

Tenggak Minuman Oplosan sejak Pagi hingga Malam

Minggu, 12 Januari 2014 – 12:53 WIB

jpnn.com - PASURUAN - Pesta minuman keras (miras) kembali membawa korban jiwa. Kali ini pesta miras menewaskan tiga orang di Kabupaten Pasuruan pada Jumat malam (10/1). Mereka dijemput malaikat maut setelah menenggak minuman oplosan yang bercampur cukrik pada Rabu (8/1) di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok.

Korban tewas merupakan dua warga desa setempat, yakni Fuad, 23, dan Fauzan, 27. Seorang lainnya, Solikin, 28, merupakan warga Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok. Mereka menemui ajal setelah berpesta miras mulai pagi hingga malam.

BACA JUGA: Proyek Molor, Siswa Belajar di Emperan

Selain tiga korban tewas, seorang warga terpaksa dirawat di Puskesmas Lekok. Dia adalah Zakar, 23, warga asal Dusun Alaskidul, Desa Rowogempol. "Saya baru ikut bergabung (pesta miras) pukul 15.00," kata Zakar kepada wartawan kemarin (11/1).

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, pesta miras yang kerap diadakan itu berlang­sung mulai pagi hingga malam atau sekitar pukul 20.00. Saat itu, lanjut Zakar, dirinya hanya bermaksud bermain biliar.

BACA JUGA: 20 Kades Dilantik Bareng

Namun, setiba di lokasi yang terletak tidak jauh dari rumahnya tersebut, dia langsung diajak teman-temannya untuk bergabung dalam pesta miras. Mereka lantas berpesta di belakang rumah atau di lokasi biliar tersebut.

Saat itu belasan orang ikut dalam pesta miras tersebut. Beberapa minuman beralkohol seperti vodka, bir putih, dan minuman suplemen tampak tersedia di lokasi. "Vodka dicampur dengan bir dan Kratingdaeng (minuman suplemen, Red)," tutur Zakar saat ditanya miras oplosan yang ditenggak.

BACA JUGA: Bupati Mengaku Hilang Capek jika Lihat Wanita Cantik

Duit yang dipakai untuk membeli minuman tersebut, kata dia, berasal dari urunan. Besarannya tidak sama, minimal Rp 50 ribu. "Ya banyak, beberapa botol. Sekitar lebih dari satu kardus," ujarnya terkait dengan banyaknya minuman yang ditenggak dalam pesta miras itu.

Tidak lama setelah Zakar bergabung, Ghiman, 51, warga Desa Gejugjati, datang. Pria yang bekerja sebagai penjual cukrik (arak) tersebut membawa sebotol miras tradisional berwarna kekuning-kuningan. "Saya di sana (pesta miras, Red) hanya sampai sekitar pukul 04.00 sore," ucap Zakar.

Cukrik dalam sebuah botol air kemasan berukuran besar tersebut diberikan Ghiman kepada rekan-rekannya secara cuma-cuma untuk berpesta. Namun, sebotol lainnya dibeli dari Ghiman. Lantas, cukrik itu dicampur atau dioplos dengan beberapa minuman lain seperti vodka dan bir.

Di antara para peserta pesta miras tersebut, terdapat Syamsul Huri, Mashudi (pemilik biliar), Musiyanto, Syaiful, Fuad (tewas), Fauzan (tewas), dan Solikin (tewas). Kemudian, ada juga Mat Cikut, Kacong, Koko, Zakar, dan Ghiman. Ketika pesta miras itu berakhir, lanjut Zakar, semua orang pulang ke rumah masing-masing.

Zakar juga mengantar istri dan anaknya ke Nguling. "Saya hanya muntah di Nguling ketika mengantarkan istri ke rumah mertua," papar Zakar sembari diamini Nai'mah, 23, sang istri.

Namun, hal itu ternyata tidak berlangsung lama. Kamis sore dia muntah-muntah lagi sampai Jumat pagi lalu. "Karena kondisinya tidak juga membaik, akhirnya kami bawa ke sini (Puskesmas Lekok) sekitar pukul 07.00," jelas Nai'mah. (koi/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler