Proyek Molor, Siswa Belajar di Emperan

Minggu, 12 Januari 2014 – 12:37 WIB

jpnn.com - SRAGEN - Suasana memprihatinkan dialami puluhan siswa dan siswi SD Negeri 1 Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Jateng.

Mereka terpaksa belajar di emperan sekolah akibat proses perbaikan ruang kelas yang belum selesai hingga hari ini. (12/1).

BACA JUGA: 20 Kades Dilantik Bareng

Selain harus duduk berjubel, mereka juga merasa tidak nyaman lantaran suasana di luar kelas terasa bising dan silau. Tidak hanya itu, para siswa juga sempat merasa terganggu oleh nyamuk yang diduga berasal dari genangan air di depan sekolah.

Rahmad Deni Subekti, salah satu siswa kelas IV SD Negeri 1 Gawan berharap agar aktifitas belajar segera dipindah di dalam kelas. Ia merasa tidak nyaman lantaran harus berjubel dengan teman sekelasnya.

BACA JUGA: Bupati Mengaku Hilang Capek jika Lihat Wanita Cantik

“Kami sulit konsentrasi karena terganggu dengan berbagai aktivitas yang terjadi di lingkungan sekolah. Tempatnya sumpek, pinginya segera pindah ke dalam kelas lagi,” ujarnya.

Fajar Saputra, siswa lainya menambahkan aktivitas belajar di ruang kelas itu sudah di lakoni sejak beberapa waktu sebelum liburan akhir semester. Setelah masa liburan habis, ia kembali harus menjalani kegiatan belajar di emperan sekolah karena ruang kelas IV yang sedang direnovasi belum juga tuntas.

BACA JUGA: Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

“Di sini kadang panas dan cahayanya silau. Di luar memang lebih semriwing tetapi tetap lebih enak belajar di dalam kelas,” ungkapnya polos.

Anang, salah satu guru di SD Negeri 1 Gawan mengaku sebelumnya aktivitas belajar memang sempat dishif dengan kelas lainya. Namun semenjak musim penghujan, akhirnya diputuskan para siswa kelas IV belajar di luar karena ruang kelas masih direnovasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sragen, Darmawan mengaku sudah mendapat laporan adanya aktivitas kegiatan belajar di emperan sekolah. Dia hanya menyarankan kepada pihak kepala sekolah agar aktivitas belajar siswa segera dialihkan ke dalam ruang kelas.

“Itu siswa kelas IV, dari keterangan kepala sekolah kondisi ruang kelas sedang diperbaiki. Saat ini para siswa juga sudah dialihkan belajar di dalam ruang kelas,” imbuhnya.

Diketahui pengerjaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan di ratusan sekolah di Sragen mayoritas molor. Proyek DAK Kabupaten Sragen diberikan untuk perbaikan 393 gedung sekolah.

Meliputi gedung 316 SD-SMP dan 77 SMA-SMK. Untuk memperbaiki kerusakan sekolah tersebut telah dianggarkan melalui DAK sebesar Rp 75 miliar.Perbaikan atau rehab gedung sekolah yang rusak tersebut memang dianggarkan melalui DAK 2012 dan 2013. Untuk tahun 2012 dianggarkan Rp 36 miliar dan untuk tahu 2013 sebesar Rp 34 miliar. (ars)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Abu Vulkanik jadi Lumpur, Pertanian 5 Desa Rusak Total


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler