Laporan Tim Jelajah PWI: Agus Jatuh, Temannya Susah Payah Bersandar di Tolitoli

Rabu, 05 Januari 2022 – 22:09 WIB
Bekantan sedang menikmati pisang muda. Foto: kiriman dari Tim PWI

jpnn.com, TOLITOLI - Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) merapat di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Mereka sempat susah payah mencari informasi jadwal penyeberangan dari Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Baru pada Senin (3/1), tim menumpang KM Sabuk Nusantara 116 dan tiba di Tolitoli.

BACA JUGA: Catatan Akhir Tahun 2021 PWI

Tim jelajah PWI yang terdiri dari Yanni Krishnayanni, Agus Blues Asianto, Sonny Wibisono, dan Indrawan Ibonk sempat tertahan di Tarakan selama tujuh hari, hingga melewati pergantian tahun di sana.

Di Tarakan, tim sempat bermalam di kediaman Bapak Misrie, keluarga besar Agus Blues Asianto.

BACA JUGA: Inilah 10 Kepala Daerah Pemenang Anugerah Kebudayaan PWI, Apa Rahasianya?

Sebelum meninggalkan Tarakan, Indrawan Ibonk, Yanni Krishnayani dan Sonny Wibisono menyempatkan diri untuk mengunjungi kawasan konservasi mangrove dan bekantan (KKMB).

Tim menjumpai 19 ekor bekantan yang sedang menikmati pisang muda.

BACA JUGA: Catatan Tim JKW PWI di Pulau Batam, Menyeberang ke Kalimantan 7 Desember

Menurut keterangan petugas konservasi, di dalam kawasan ini terdapat dua kawanan bekantan yang ditangkar dalam satu kawasan seluas sembilan hektare dengan luas total 23 ha.

Setelah dari lokasi KKMB, tim langsung menuju Pelabuhan Malundung Tarakan untuk memastikan informasi kedatangan KM Sabuk Nusantara 116 yang akan menyeberang ke Tolitoli pukul 16.00 WITA.

Setelah mengurus tiket dan semua dokumen perjalanan, tim langsung kembali ke rumah untuk persiapan keberangkatan.

Dalam perjalanan ke pelabuhan, motor KLX 230 yang dikendarai Agus Blues Asianto tiba-tiba terjatuh.

Agus memang dalam kondisi kurang sehat, sehingga diputuskan untuk meninggalkannya di Tarakan agar mendapatkan perawatan medis sampai pulih kembali.

Motor KLX 230 tunggangan Agus Blues tetap diseberangkan.

Posisi Agus untuk sementara digantikan oleh Aji Tunang Pratama, sesama rekan wartawan yang membantu tim JKW-PWI.

Bikers pengganti ini mulai berkendara bersama tim JKW-PWI dari Tolitoli menuju kota di provinsi berikutnya hingga Agus bisa kembali bergabung dengan tim.

KM Sabuk Nusantara 116 ternyata tidak mengangkut kendaraan roda dua atau empat.

Kalaupun diizinkan, calon penumpang harus mengeluarkan dana besar karena harus membayar ongkos packing kendaraan.

Keterangan ini diperoleh tim JKW-PWI dari salah seorang pegawai Pelindo di Pelabuban Malundung.

Menurut seorang petugas agen tiket, pengelolaan KM Sabuk Nusantara 116 diserahkan kepada pihak swasta yang melayani rute penyeberangan KM Sabuk Nusantara yang dikelola PT Pelni. (timpwi/jpnn)


Redaktur : Adek
Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler