Lavitrap, Solusi Jitu Mencegah Zika

Selasa, 15 November 2016 – 06:16 WIB
Deteksi virus zika. Foto: dok.JPG

jpnn.com - JAKARTA--Baru-baru ini Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memasang alat bernama Lavitrap di wilayah bandara.

Alat perangkap larva nyamuk itu dipasang untuk mengantisipasi merebaknya virus Zika yang sudah menjangkiti 250 orang di Singapura.

BACA JUGA: Komisi III tak Hadiri Gelar Perkara Kasus Ahok, nih Alasannya

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Godrej Indonesia melalui produk HIT bekerja sama untuk menanggulangi penyebaran Zika.

"Penggunaan Lavitrap merupakan pengembangan dari metode sebelumnya yang diterapkan Singapura yakni Omnitrap. Bedanya jika Omnitrap berfungsi mematikan telur (ovum) nyamuk, Larvatrap sedikit lebih unggul karena memutus perkembangbiakan nyamuk mulai dari jentik," ujar dr. Ririe Fachrina Malisie, anggota IDI Provinsi Riau dalam Konferensi Pers 3M Plus Lavitrap di Kantor Pusat IDI, Menteng, Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Jenderal Bintang Dua itu Pegang Janji untuk Intan Olivia Marbun..

Menurut Ririe, penggunaan Lavitrap perlu disosialisasikan untuk mencegah Zika masuk ke wilayah Indonesia.

"Pemasangan Lavitrap ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai kehidupan nyamuk. Lavitrap merupakan gerakan plus yang harus dilakukan setelah 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) untuk mencegah penyebaran Zika," tambahnya.

BACA JUGA: Kasus Ahok Diumumkan Sebelum Jumat

Sebelumnya KKP telah melakukan pemasangan thermal scanner, tapi hal ini belum sepenuhnya efektif dalam mengidentifikasi dan memeriksa seluruh penumpang.

Penggunaan Lavitrap sangat mudah diterapkan di berbagai tempat.

Hanya bermodal botol bekas air mineral yang dipotong menjadi dua bagian, bagian leher botol dimasukkan ke dalam bagian perut botol dan ditutup pada bagian atasnya.

Dari cara tersebut, jentik nyamuk akan mudah terkena perangkap sederhana ini. (mg5/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Antara Kasus Penistaan Agama, PDIP dan Nasdem


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler