Layakkah Polri dan Jaksa Pimpin KPK? Begini Jawaban Basaria Panjaitan

Senin, 01 Juli 2019 – 23:59 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Jawaban Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan soal sorotan koordinasi antarlembaga dalam penanganan kasus rasuah memantik reaksi Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa.

Pasalnya, dalam jawaban tersebut Basaria juga menyinggung latar belakang lahirnya KPK. “Dari jawaban ibu, ada yang membuat telinga saya tergoda dan harus disampaikan. Ibu ingatkan lagi KPK ada karena ada dua hal. Pertama Polri waktu itu tidak dipercaya, kejaksaan tidak dipercaya. Ini adalah persoalan,” kata Desmond memimpin rapat kerja Komisi III DPR dengan KPK di gedung parlemen, Jakarta, Senin (1/7).

Nah, Desmond lantas mengajukan pertanyaan kepada Basaria yang tidak lain adalah satu-satunya komisioner perempuan di KPK, dan berlatar belakang unsur Polri. Politikus Partai Gerindra itu juga menghubungkan dengan proses pergantian komisioner KPK yang kini tengah masuk tahap pendaftaran di Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK.

BACA JUGA: Dua Tahun Menunggu, Masinton Geram Dengar Penjelasan KPK soal Kasus Pelindo II

BACA JUGA: Yakinlah, Gerindra akan Tetap Pilih sebagai Oposisi

“Pertanyaannya, apakah kepolisian dan kejaksaan hari ini sudah ada perubahan? Apakah dari pendaftar yang ada ini kalau ternyata yang lolos kebanyakan jaksa dan polisi, apakah grade KPK akan dipercaya publik? Saya ingin ada statement ibu dari perwakilan kepolisian, layak tidak kepolisian ke depan dipimpin KPK, kejaksaan pimpin KPK?” kata Desmond.

Basaria pun merespons pertanyaan Desmond. Dia menegaskan bahwa berdasar sejumlah survei, Polri dan penegak hukum lain sekarang ini sudah semakin baik.

“Ini bukan kata saya. Ada survei mengatakan sudah semakin baik. Malah kalau kata saya percepatan sangat tinggi untuk kebaikan itu. Kalau dulu polisi misalnya selalu yang paling bawah, kalau tidak salah mereka kemarin itu naik ke tingkat ketiga di bawah KPK. Saya pikir ini perubahan sangat signifikan,” kata Basaria dalam rapat itu.

Dia mengatakan, mengubah sesuatu itu tidak semudah membalikkan telapan tangan. Menurut dia, tidak mungkin pula berubah langsung menjadi yang paling baik, tetapi, arah itu sudah kelihatan dan hasilnya cukup baik. “Ini bukan kata saya. Ini hasil survei. Itu sepengetahuan saya,” ungkap Basaria.

“Siap. Tidak perlu ditambahin lagi. Nanti pimpinan KPK beda pendapat, tidak enak dipandang publik,” kata Desmond menimpali. Namun, ternyata Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang meminta waktu untuk menimpali jawaban Basaria. Desmond pun mempersilakan.

BACA JUGA: Dua Irjen ini Dinilai Mampu Bersih-bersih di Internal KPK

BACA JUGA: Politikus NasDem Sarankan Tiga Partai Ini Tetap Oposisi

“Selama saya empat tahun di KPK, Bu Basaria orang yang paling stabil emosinya, malah yang sering marah-marah itu saya. Kalau ditanya apakah polisi boleh, saya bilang Bu Basaria daftar lagi saja. Ibu basaria bolehlah, bagus,” kata Saut mencairkan suasana.

BACA JUGA: Saut KPK: Ada yang Baru Soal e-KTP

“Ada dukungan bu,” timpal Desmond lagi. Basaria hanya tersenyum. “Ini sebenarnya adalah wacana yang akan ditanyakan publik saat proses seleksi nanti. Saya harus sampaikan agar kami jernih, masyarakat jernih, proses pergantian pimpinan KPK harus maju dan lugas ke depan,” kata Desmond. (boy/jpnn)

Video Paling Banyak Dicari Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rapat dengan Komisi III, KPK: Anggota DPR dan DPRD Pelaku Korupsi Terbanyak


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler