LBH Ansor Kabarkan Situasi Terkini Desa Wadas, Warga Masih Trauma

Minggu, 13 Februari 2022 – 07:15 WIB
Sejumlah warga yang sempat ditahan polisi tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022). Sebanyak 64 warga Desa Wadas dibebaskan oleh pihak kepolisian terkait aksi penolakan pembangunan Bendungan Bener. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj

jpnn.com, PURWOREJO - Lembaga Bantuan Hukum GP Pemuda Ansor atau LBH Ansor mengabarkan situasi terkini dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

Menurut Kepala Advokasi dan Litigasi LBH PP GP Ansor Sahabat Dendy Zuhairil Finsa, listrik yang sempat padam di Desa Wadas sejak Senin (7/2), sudah menyala lagi pada Sabtu (12/2) siang.

BACA JUGA: Fakta Mencengangkan Mengenai Batu Andesit, Harta Karun Desa Wadas

Namun, warga di desa yang digeruduk aparat beberapa hari lalu itu masih mengalami kesulitan untuk mengakses internet.

"Listrik sudah menyala, tetapi internet dan sinyal HP tidak ada," ungkap Dendy dikonfirmasi JPNN.com dari Jakarta pada Sabtu malam.

BACA JUGA: Setelah Dibangunkan Ustaz AM, Santriwati Ini Disuruh Masuk Ruang Guru, Terjadilah

LBH Ansor yang mendirikan posko di rumah Syuriah Ranting NU Kecamatan Bener KH Basrodin juga mengonfirmasikan soal keberadaan polisi di Desa Wadas.

"Aparat sudah turun semua, kecuali tadi (kemarin, red) yang kerja bakti," ucapnya.

BACA JUGA: 3 Mantan Polisi Ini Divonis Mati, Sahroni: Keputusan Sangat Berani

Selain itu, Dendy juga mengonfirmasikan masih adanya alat komunikasi warga di desa itu yang disita aparat.

"Masih ada tiga HP warga yang masih disita dan belum dikembalikan," ungkap Dendy.

Berdasarkan pemantauan LBH Ansor di Desa Wadas, masyarakat masih mengalami trauma akibat kejadian penangkapan sebelumnya.

"Mereka membutuhkan psikolog untuk trauma healing," ujar Dendy.

Sementara itu, Ketua PP GP Ansor Luqman Hakim meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera merealisasikan komitmen untuk menarik seluruh polisi dari Desa Wadas dan sekitarnya.

"Penarikan pasukan ini penting untuk mengurangi faktor traumatik warga," kata Luqman.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menghimbau kepada semua pihak yang peduli untuk ikut memberi pendampingan psikologis guna menghilangkan trauma warga Desa Wadas.

"Trauma tidak hanya dialami warga yang pernah ditangkap polisi, tetapi juga warga lainnya, termasuk anak-anak," sebut Wakil Sekjen PKB itu.

Luqman pun meminta provider telekomunikasi seluler agar segera menormalkan kembali sinyal komunikasi di Desa Wadas.

"Mematikan jaringan seluler di Desa Wadas merupakan tindakan sewenang-wenang, merugikan konsumen dan menghalangi warga mendapatkan keadilan," tegas Anggota DPR RI Dapil VI Jateng itu.

Sebelumnya, Desa Wadas sempat mencekam pada Selasa (8/2) lalu setelah terjadi bentrok antara warga dengan polisi.

Sebagian warga kukuh menolak penambangan andesit di desanya untuk proyeks strategis nasional Bendungan Bener. (fat/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler