Lebaran, Pemprov DKI Siapkan 9 Terminal Tambahan

Sabtu, 12 Juli 2014 – 11:08 WIB

jpnn.com - JAKARTA– Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi sekitar seminggu lagi. Karena itu, Pemprov DKI terus berbenah dalam menyiapkan layanan transportasi untuk para pemudik. Misalnya, menambah armada bus Transjakarta di koridor XI yang menghubungkan Kampung Melayu-Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Pargaulan Butarbutar menyatakan, penambahan armada itu terkait rencana Kemenhub mengoperasikan Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang untuk layanan angkutan mudik. Jika rencana tersebut terealisasi, dipastikan jumlah penumpang Transjakarta menuju terminal itu bertambah. ’’Sekarang masih kita tunggu keputusan dari pusat,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Jumat (11/7).

BACA JUGA: Saefullah tak Pernah Bermimpin Jadi Sekprov DKI

Menurut Pargaulan, pihaknya sudah menyiapkan bus tambahan di koridor tersebut. Itu dilakukan untuk menghindari masalah jika Kemenhub baru memutuskan pengoperasian terminat jelang puncak arus mudik. ’’Kan lebih baik kita persiapkan sekarang daripada nanti terburu-buru,’’ tutur dia.

Pihaknya belum memutuskan jumlah bus tambahan di koridor tersebut. Sebab, pihaknya masih menunggu Kemenhub. Dia memperkirakan ada 10 unit armada tambahan untuk melengkapi 21 bus Transjakarta yang saat ini beroperasi di koridor itu.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Gepeng Kian Menjamur di Kota Depok

Secara keseluruhan, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan 126 bus Transjakarta yang siap diperbantukan ke koridor mana pun untuk arus mudik. Tidak hanya di koridor XI, pihaknya aktif memantau koridor lainnya yang butuh tambahan armada. Salah satunya adalah Terminal Pulogadung yang menghubungkan Pulogadung-Harmoni.

Sementara itu, pemprov juga menyiapkan sembilan terminal tambahan untuk menampung angkutan mudik Lebaran. Sebab, tiga terminal utama di dalam kota dikhawatirkan tidak mampu menampung seluruh pemudik.

BACA JUGA: Penahanan Guru JIS Tunggu Hasil Pemeriksaan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Muhamad Akbar menjelaskan, tiga terminal utama itu adalah Terminal Kampung Rambutan, Kalideres, dan Pulogadung. Sedangkan sembilan terminal bantuan tersebar di lima wilayah. Di Jakarta Utara, ada di Tanjung Priok dan Tanah Merdeka. Jakarta Timur meliputi Rawamangun, Pinang Ranti, dan Pulogebang. Di Jakarta Selatan, ada di Pasar Minggu. Di Jakarta Barat, ada di Muara Angke, Grogol, dan Rawa Buaya. ’’Terminal tambahan tersebut difungsikan seandainya bus reguler kurang,’’ ujarnya.

Pemprov juga menyiapkan 500 armada bus untuk melayani pemudik ke Jawa dan Sumatera. ’’Dua wilayah itu kan paling banyak pemudiknya,’’ kata dia.

Menurut Akbar, pihaknya melibatkan Dinas Kesehatan DKI untuk memeriksa kesehatan awak sopir. ’’Nah, apakah sopirnya sehat, pengguna narkoba, atau habis minum, kita larang mereka bawa kendaraan kalau hasil pemeriksaannya seperti itu. Kita tahan di terminal,’’ jelasnya.

Meski begitu, dia memperkirakan jumlah pemudik dengan bus AKAP semakin menurun. Masyarakat cenderung meninggalkan bus AKAP dan beralih ke kendaraan pribadi atau pesawat. Fenomena itu diperkirakan terus berlangsung tahun ini.

Dia juga menyebut jumlah kendaraan yang melintas di Jakarta akan semakin padat menjelang Lebaran. Penumpukan kendaraan diperkirakan terjadi pada H-5 Lebaran. Begitu juga dengan arus balik lebaran. Pihaknya akan terus memantau perkembangan arus mudik. ’’Kami bekerja sama dengan polisi untuk memantau kondisi di lapangan sampai H+7,’’ ujarnya. (fai/bad/oni/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru JIS Ogah Penuhi Panggilan Polda Karena Alasan Klasik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler