Lihat Nih, 2 Ton Batu Mengandung Emas

Rabu, 13 April 2016 – 09:02 WIB
Pihak Polda NTT mengamankan 2 ton lebih bebatuan yang diduga mengandung emas. Bebatuan itu diangkut KM. Sabuk Nusantara 49 yang hendak sandar di Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kupang, Senin (11/4). FOTO: Timor Express/JPNN.com

jpnn.com - KUPANG – Pihak Polda NTT melalui Subdit IV Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Dit Reskrimum) telah mengamankan 2 ton lebih bebatuan yang diduga mengandung emas. Bebatuan itu diangkut KM. Sabuk Nusantara 49 yang hendak sandar di Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kupang, sekira pukul 02.00, Senin (11/4).

Batu diangkut dari Pelabuhan Hila, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Jumat (8/4).

BACA JUGA: Gawat! Kualitas Udara Banjarmasin Makin Buruk

Informasi yang dihimpun di Mapolda NTT, menyebutkan batu mengandung emas tersebut berasal dari lokasi pertambangan di Pulau Romang, Desa Hilla, Kecamatan Kepulauan Romang, Kabupaten MBD, Provinsi Maluku.

Batu diisi dalam wadah persegi panjang yang terbuat dari tripleks yang dilapisi plastik bening pada bagian dalam dan karung plastik di luarnya.

BACA JUGA: Massa Adat Besuk Istri Sultan di Rutan

Pada paket tertulis Metallurgical Drill Core Sample dengan pengirim adalah PT Gemala Borneo Utama yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta. Sedangkan penerimanya adalah Geoservice, alamat Jalan Pendidikan 1 No. 6, Belakang SMPN 5 Kota Kupang.

KM Sabuk Nusantara 49 yang tidak langsung sandar di Pelabuhan Tenau, membuat petugas terpaksa menggunakan perahu motor untuk mengangkut puluhan paket batu itu ke darat.

BACA JUGA: Soal Transparansi, Kaltim Harus Tiru Bandung

Menggunakan truk Dalmas dan dikawal beberapa personel Brimob bersenjata, puluhan paket batu langsung dibawa ke Kantor Dit Reskrimum di Mapolda NTT.

AKBP Cecep Ibrahim yang dikonfirmasi, mengatakan setelah melakukan pendataan awal dan interogasi terhadap pihak-pihak terkait, kasus tersebut bakal dilimpahkan ke Subdit Tipiter Dit Reskrimsus.

erpisah, Mika Tomkau, selaku staf Logistik dan Transportasi PT Gemala Borneo Utama di Kupang, mengatakan puluhan paket itu berisi bebatuan yang hendak dijadikan sebagai sampel untuk pemeriksaan di laboratorium.

Mika yang sudah empat tahun tinggal di Bakunase mengaku dalam sebulan terakhir sudah ada dua kali pengiriman sampel batu dari Romang.

“Ini bukan baru pertama kali. Sebelumnya Polda sudah pernah tahan 400 kilo gram. Tapi kita punya surat izin lengkap. Saya sudah lapor ke perusahaan, dan pimpinan bilang kita tetap ikuti proses yang ada,” kata Mika.

Ia menjelaskan perusahaannya telah lama menjalin kerja sama dengan Geoservice untuk melakukan pengiriman bebatuan sampel dari Kupang ke Jakarta menggunakan pesawat.

“Batu sampel ini dikirim ke Intertek Jakarta untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya nanti akan disampaikan kepada Dinas Pertambangan,” ujar Mika.(JPG/joo/fri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalur Kereta Ditutup, Ratusan Penumpang Terpaksa Turun di Tengah Jalan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler