Lima Buku IPA SD Berisi Konten Vulgar Disita Polisi

Kamis, 06 Oktober 2016 – 04:04 WIB
Buku Ilmu Pengetahuan Alam/IPA ini beredar pada murid kelas VI SD di Pasaman, Sumbar. Foto: THORI/PADANG EKSPRES/JPNN.com

jpnn.com - PASAMAN - Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait peredaran buku ilmu pengetahuan alam (IPA) berisi konten vulgar untuk kelas VI SD di Pasaman, Sumatera Barat, pihak Polsek Rao langsung melakukan inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah.

Sidak yang dipimpin Kapolsek Rao AKP Syamsuir itu langsung menyita dua buku IPA yang belum layak untuk kelas VI SD tersebut.

BACA JUGA: Pak Menteri, Buku IPA Kelas VI SD Ini Vulgar Juga Loh

Kapolres Pasaman AKBP Reko Indro Sasongko didampingi Kapolsek Rao AKP Syamsuir menyebutkan, saat ini, polisi baru menyita lima buku IPA tersebut dari SDN 01 Rao, SD 35 Tarung-tarung  dan SDN 04 Padangmentinggi. 

Pihak sekolah juga mengaku resah dengan adanya buku tersebut. Bahkan, untuk menyiasatinya, para guru tidak secara vulgar menyampaikan isi buku itu.

BACA JUGA: Pemprov Bingung Pikirkan Sumber Gaji Ribuan Guru Honorer

“Sejumlah sekolah juga meminta kepada kita agar membentuk tim menelusuri keberadaan buku tersebut di seluruh SD di Kecamatan Rao. Mereka bersedia menyerahkan buku tersebut kepada polisi karena sudah meresahkan,” sebut Syamsuir.

Warga Tapus Padanggelugur Irwan Gultom mengaku resah dengan adanya temuan buku olahraga dan kesehatan berbau porno. Apalagi, buku tersebut tak pantas dipelajari murid kelasV SD.  Dengan buku tersebut, dia menilai pola pikir anak juga akan vulgar.

BACA JUGA: 90 Persen Siswa Sudah Pernah Lihat Konten Pornografi

“Buku tersebut sebaiknya disita. Itu merupakan kelalaian pengawas pendidikan, baik pendidikan tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Bagusnya, sebelum buku diedarkan, diperiksa pengawas pendidikan atau lembaga penjamin mutu pendidikan,” katanya.(cr15/roy/uni/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemdikbud Jangan Hanya Kejar Proyek, Dong!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler