Lokasi Belum Terjamah Manusia

Jumat, 30 September 2011 – 09:04 WIB

MEDAN -Pesawat Cassa 212 milik perusahaan penerbangan PT Nusantara Buana Air (NBA) jatuh di kawasan Bahorok, kabupaten langkat, pesawat naas itu take off dari Bandara Polonia Medan pukul 07.28 WIBmenuju ke Kutacane, Aceh Tenggara (NAD) yang biasa ditempuh dalam waktu ditempuh sekitar satu jam

BACA JUGA: NBA Baru Beroperasi Tiga Tahun



Sesuai jadwal, pesawat ini seharusnya sudah mendarat di Kutacane, Aceh Tenggara, pukul 08.03 WIB
Pesawat hilang kontak sebelum diperoleh informasi bahwa pesawat tersebut jatuh

BACA JUGA: Pihak Bandara Harus Lebih Tanggap



Sementara penumpang didalam pesawat naas tersebut berjumlah 18 orang, 10 orang Dewasa, Anak-anak 4 orang san 4 kru pesawat, Pencarian terus dilakukan oleh timsar, sementra untuk mencapai lokasi pesawat jatuh tim sar menurunkan 3 tim yang sudah bergerak, Kamis (29/9) tim pertama dari barsarnas bergerak pukul 10.00 WIB

Terjalnya Lokasi jatuh pesawat tersebut membuat  tim SARr kesulitan untuk mencapai  kelokasi, namun tim sar  sudah bergerak tim pertama di pergitungkan  akan sampai kelokasi jatuhnya pesawat.  sekitar pukul 24.00 WIB
"Sangat sulit tim penolong yang dilaskukan melihat medan yang terjal dan belum pernah terjamah oleh manusia membuat tim Rescue basarnas harus berjalan mencampai kelokasi dengan berjalan kaki  mencapai 13 KM," ujar  Daryatmo Kepala Basarnas Indonesia di ruang VVIP Bandara Polinia Medan, kemarin sore.

Pihaknya dibantu dengan dengan paskas, TNI AU, TNI AU, Polisi dan Masyarakat, sementara  dari pengaatan kita udara peasawat tidak terbakar, dipantau dengan menggunakan susy air, Paskas, TNI AU, TNI AD, polisi dan masyarakat, ikut melakukan evakuasi

BACA JUGA: Pesawat Hilang Diduga Faktor Cuaca

Saryatmo mengatakan Helikopter Basarnas akan diturunkan dan akan tiba hari ini.

Sementara itu Seksi Manager PT NBA, Robur, saat dikonfirmasi Sumut Pos (Grup JPNN) membantah pesawat tidal layak terbang dan menjelaskan pesawat Cassa 212 pada 20 September lalu, menjalani insfeksi C1 dengan massa terbang 100 jamHasilnya, pesawat tidak ditemukan kelainan"Sebelum terbang, pesawat juga sudah dilakukan pengecekan dan hasilnya tidak ada masalahJadi kondisi pesawat laik terbang," ungakpanya

Menurut data dari manivest bandara, sambungnya, pesawat juga tidak kelebihan muatan (over load)Pesawat Cassa 212-200 itu merupakan keluaran tahun 1989"Kalau pesawat itukan bukan tergantung tahun pembuatannya, tapi perawatannyaSejauh ini, kita sudah melakukan perawatan dengan baik," tandasnya(mag-7)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemungkinan Mesin Mati Mendadak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler