Lolos Ujian Advokat dengan Mengalahkan 10.000 Pesaing dari Berbagai Negara

Minggu, 08 November 2015 – 06:56 WIB
Foto: Wincen Adiputra. Foto: Istimewa

jpnn.com - Satu lagi putra Indonesia yang menorehkan prestasi membanggakan di dunia internasional. Dia adalah Wincen Adiputra Santoso, SH., LL.M., M.CIArb,. Alumni Universitas Indonesia (UI) itu menjadi satu dari sedikit orang Indonesia yang berhasil menjadi lawyer internasional.

Mesya Mohamad, Jawa Pos National Network

BACA JUGA: Desak Diangkat jadi CPNS, Honorer K2 Siap Gajinya Dibayar Belakangan

Keberhasilan ini diraih Wincen setelah lulus dalam ujian advokat/pengacara di negara bagian New York, Amerika Serikat pada 28-29 Juli 2015. Kelulusannya dikukuhkan dalam surat dari New York State Board of Law Examiners.

Sebelum mengambil ujian advokat di negara bagian New York, Wincen merupakan salah satu lulusan terbaik dari University of Southern California dan Universitas Indonesia.

BACA JUGA: Hujan Merata, Ini Daerah-daerah Rawan Banjir

“Sebagai alumni the International Law Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia, prestasi Wincen sangat membanggakan, baik bagi International Law Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia maupun bagi Indonesia,” kata Ketua The INternational LAw Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia Greita Anggraeni, Sabtu (7/11). 

“Semoga prestasi yang ditorehkan Wincen ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara,” tambah  Greita.

BACA JUGA: Hmm... Jangan-Jangan Ini Big Boss bagi RJ Lino

Tidak mudah menempuh ujian menjadi advokat/pengacara di Negara Bagian New York tersebut. Selain tingkat kesulitannya tinggi, banyaknya materi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta ujian, khususnya mereka yang ingin menjadi lawyer internasional.

Hal ini membuat tingkat kelulusan ujian advokat di Negara bagian New York tahun 2015 merupakan yang terendah sepanjang 35 tahun terakhir sebagaimana dilansir dari Wall Street Journal edisi 27 Oktober 2015. 

Yang diujikan terkait dengan hukum Inggris karena dasar hukum Amerika adalah hukum Inggris atau yang dikenal dengan istilah sistem hukum Anglo-Saxon. Sedangkan Indonesia berkiblat pada sistem hukum Eropa-Continental. 

“Sistem berbeda, yang mesti saya pahami dan kuasai dalam waktu singkat. Belum lagi hukum Federal atau hukum yang berlaku di negara Amerika Serikat dan hukum New York, apalagi masing-masing negara bagian memiliki hukum sendiri-sendiri,” tutur Wincen.

Wincen juga harus berkompetisi dengan sekitar 10.000 peserta ujian dari berbagai negara, di mana peserta ujian didominasi mahasiswa Amerika yang memiliki waktu persiapan mengikuti ujian lebih panjang, yakni 3 tahun. 

Bagi Wincen, aura kompetisi internasional ini sudah biasa dilakoni. Pria berusia 28 tahun ini, pernah mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi peradilan semu internasional atau International Law Moot Court Competition, baik di Jepang, Hong Kong dan Amerika Serikat. Prestasi yang diraih pun cukup mentereng. 

Suasana kompetisi ini pula yang memicu Wincen mengikuti ujian untuk menjadi lawyer internasional. Dengan demikian, Wincen pun bisa menangani kasus di luar Indonesia, khususnya di Amerika Serikat. 

“Sekarang ini hukum sudah lintas batas. Kita tidak bisa hanya tahu sistem hukum di Indonesia saja, tapi kita mesti pahami dan kuasai hukum di luar Indonesia,” ujarnya. 

Wincen menyampaikan bahwa keberhasilan yang ia capai pada prinsipnya adalah kesempatan bagi dirinya untuk memahami lebih dalam transaksi bisnis internasional maupun penanganan-penanganan kasus-kasus di luar negeri yang dapat membuka wawasannya mengenai sistem dan praktek hukum asing, dalam hal ini Amerika Serikat. 

Ia menyatakan dalam era globalisasi di mana sektor finansial dan bisnis semakin terhubung antara satu negara dengan lainnya, Wincen berharap menjadi advokat yang tidak hanya memiliki wawasan tetapi juga pengalaman dalam menangani kasus-kasus multi yurisdiksi di negara lain seperti New York, Amerika Serikat yang merupakan salah satu pusat keuangan dunia.

Menariknya, meskipun sudah melalang buana, Wincen tetap aktif dalam berkontribusi seperti kegiatannya beberapa waktu lalu ke pedalaman di Nusa Tenggara Timur di mana Wincen memberikan motivasi bagi pelajar-pelajar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah ke atas untuk terus berprestasi.‎ (esy/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Saran Ibas kepada Pengguna Media Sosial


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler