Lonjakan Pasien Positif Covid-19, DKI Jakarta Perpanjang PPKM Mikro Dua Minggu ke Depan

Selasa, 01 Juni 2021 – 10:10 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dua pekan. Foto: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dua pekan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan hal itu berlaku mulai 1-14 Juni 2021.

BACA JUGA: Ganjar Siapkan Skenario untuk Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

"Ini juga guna untuk terus mendukung pengendalian pandemi sekaligus program vaksinasi, maka Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro hingga 14 Juni 2021," kata dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Widyastuti menyebutkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus aktif yang disebabkan oleh kembalinya masyarakat berkegiatan setelah libur Idulfitri 1442 Hijriah.

BACA JUGA: Ingatkan Prokes ke Masyarakat, Babinsa Cek Posko PPKM

Menurutnya, per 31 Mei 2021 kasus aktif di Jakarta sebanyak 10.658, bertambah 3.365 dari dua minggu sebelumnya. Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun lalu yang mencapai 30 ribuan kasus.

"Angka ini juga didapatkan dari hasil kerja keras para petugas 'tracing' kami untuk melakukan deteksi dini, terutama mereka yang selesai dari bepergian pada libur lebaran yang lalu," kata Widyastuti.

BACA JUGA: Irjen Wahyu Widada Sidak ke Posko PPKM Mikro, Begini Temuannya

Dia menegaskan saat ini Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment.

"Seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar Covid-19," katanya.

Widyastuti mengtakan juga pada 31 Mei, pihaknya telah menyiapkan tempat tidur isolasi sebanyak 6.621 dan terisi 2.176 atau sebesar 33 persen. Sedangkan untuk ICU, pihaknya juga telah menyediakan tempat tidur ICU sebanyak 1.014 dan telah terpakai 362 atau sebesar 36 persen dari kapasitas yang disediakan.

"Ini juga lebih baik dari tahun lalu, meskipun terjadi lonjakan kasus, bed occupancy rate di bawah 50 persen. Namun, kami tetap waspada untuk lonjakan kasus yang lebih parah," katanya. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler