Luncurkan 2 Buku Terbaru, Bamsoet Ingatkan Ancaman Krisis Global

Kamis, 11 Agustus 2022 – 00:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta Selatan, Rabu (10/8). Dokumen MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet meluncurkan dua buku hasil karyanya di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/8).

Adapun, kedua buku itu berjudul Indonesia Era Disrupsi: Utak Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi, serta Vaksinasi Ideologi Empat Pilar: Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa.

BACA JUGA: Irjen Ferdy Sambo jadi Tersangka, Bamsoet: Jangan Ada yang Ditutupi

Bamsoet dalam buku Indonesia Era Disrupsi menekankan bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas global, tidak terbebas dari pengaruh, lanskap ideologi, politik, dan ekonomi dunia yang berkembang dinamis.

Menurutnya, beragam faktor yang memengaruhi itu seperti harga komoditas global, kebijakan moneter negara maju yang agresif, hingga konflik Rusia-Ukraina.

BACA JUGA: Bamsoet Beri Peringatan Dini kepada Pak Jokowi tentang Hal Ini

"Tidak berlebihan ketika Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa ancaman krisis global ada di depan mata. Saat ini, sekitar 320 juta penduduk dunia berada dalam kelaparan akut," kata Bamsoet ditemui saat peluncuran buku di Jakarta Selatan, Rabu.

Bamsoet mengatakan IMF dan Bank Dunia sudah memprediksi perekonomian 66 negara akan ambruk. 

BACA JUGA: Dianggap Berpihak kepada Irjen Ferdy Sambo, Bamsoet Dilaporkan ke MKD

Penurunan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global makin diperburuk oleh tingginya kenaikan inflasi. 

"Merujuk kondisi di tanah air, kenaikan inflasi juga mulai dirasakan menjadi ancaman bagi perekonomian nasional," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan era disrupsi adalah keniscayaan yang mustahil dihindari, tetapi dapat disiasati. 

Misalnya, dalam menyikapi krisis energi global, kenaikan harga minyak dunia hingga akhir tahun 2022 diperkirakan mencapai 98 US dolar per barel. Jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar 63 US dolar per barel.

Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite, solar, dan LPG sudah mencapai Rp 502 triliun. 

Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi.

"Salah satu cara menyiasatinya, kita harus mempercepat migrasi kendaraan dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik. Setiap pengalihan satu unit kendaraan berbahan bakar minyak ke bermotor listrik, akan berkontribusi pada pengurangan subsidi negara sebesar Rp 22,9 juta per tahun," ujar Bamsoet.

Turut hadir dalam acara peluncuran buku itu para pimpinan MPR RI seperti Ahmad Basarah, Yandri Susanto, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad.

Hadir pula para intelektual yang menjadi narasumber bedah buku, antara lain anggota DPD RI sekaligus Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie, Rektor IPB University Prof. Arief Satria, dan pengamat marketing Edo Lavika. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Matangkan Persiapan Kepelatihan Nasional Seni Gerak Tarung Derajat 2022


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler