Mahfud dan Tim Investigasi Diminta Tak Berkoar-koar

Senin, 08 November 2010 – 14:22 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari, meminta kepada Tim Investigasi dugaan suap dan pemerasan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), untuk tidak berkoar-berkoar ke publikMenurutnya, dengan mengumumkannya ke publik, maka akan menyulitkan tim investigasi sendiri dalam bekerja dan membuat para pelaku akan tiarap.

"Kalau mau efektif, tim tidak usah berkoar-koar

BACA JUGA: Vonis untuk Auditor BPK Jabar Dinilai Tak Adil

Karena akan sulit untuk mencari bukti, (juga) saksi sulit untuk memberi keterangan
Jadi harusnya bekerja hati-hati, tidak membicarakan ke umum," kata Eva kepada JPNN, di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (8/11).

Mantan anggota Pansus Century itu juga menyerukan hal sama kepada Ketua MK, Mahfud MD

BACA JUGA: Pejabat Bank Jabar Dituntut 4 Tahun

Menurut Eva, jika Mahfud tidak menginginkan para pelaku tiarap dan saksi diam, Refly dengan anggota timnya harus dibiarkan bekerja tanpa ada tekanan publik.

"Saya berharap Pak Mahfud tulus-lah
Kalau memang ini ingin (ada) pembenahan di lembaganya, tidak usah dikoar-koarkan, sehingga menjadi tiarap semua, terus diam

BACA JUGA: Suharto dan Enang Divonis 4 Tahun Penjara

Biarkan Refly bekerja tanpa tekanan masyarakat dan publik," katanya pula.

Menurut Eva, penunjukan Refly sebagai Ketua Tim Investigasi, harus dijawab dengan membongkar dugaan suap seperti yang ditulis Refly sendiri di salah satu koran nasional itu"Penunjukan Refly harus dijawab Refly sendiriKarena dia menuliskan berdasarkan masukanJadi, ini (untuk) menunjukkan keberanian dan pesan kepada masyarakat, bahwa ada orang yang harus melawan terhadap praktek-praktek suap," ucapnya(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istirahat dan Pantau Persiapan Kedatangan Obama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler