Makam Korban Pembunuhan Berantai Dibongkar, Kondisinya Masih Utuh

Rabu, 25 Januari 2023 – 00:28 WIB
Kepolisian Resor Garut dan Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuhan berantai Wowon yang salah satu korbannya ada warga Garut di Markas Polres Garut, Jawa Barat, Selasa (24/1/2022). (ANTARA/Feri Purnama)

jpnn.com, GARUT - Aparat kepolisian membongkar makam Siti Fatimah, seorang wanita yang menjadi korban pembunuhan berantai oleh Wowon bersama kelompoknya.

Makam yang ada di Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu masih dalam kondisi utuh ketika dibongkar petugas.

BACA JUGA: Berprofesi Dalang, Wowon Ciptakan Tokoh Fiktif untuk Perintah Pembunuhan

Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan jenazah masih dalam keadaan utuh dan terbungkus plastik.

Indrawienny menyebut enazah terbungkus rapi dilapisi plastik karena saat kejadian dan dimakamkan sedang pandemi Covid-19 sehingga pemakamannya sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

BACA JUGA: Memohon Dibebaskan, Ricky Rizal Bilang Begini soal Pembunuhan Brigadir J

"Korban meninggal saat ramainya pandemi Covid-19. Jadi, masih utuh, kami belum buka di sini, tetapi nanti di Rumah Sakit Polri," kata Indrawienny dikutip dari Antara, Selasa (24/1).

Makam Siti Fatimah kembali dibongkar kemudian jasadnya dibawa oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk dilakukan autopsi di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Polisi Gulung Komplotan Pembunuh Sadis yang Mayatnya Ditemukan di Kebun Karet

"Ini dilakukan untuk mengecek jenazah, penyebab kematian dan memastikan jenazah itu adalah korban atas nama Siti Fatimah," kata dia.

Selain memeriksa kondisi jenazah tenaga kerja wanita (TKW) itu, polisi juga melakukan pengambilan sampel DNA pembanding dari anak dan adik kandung korban.

Polda Metro Jaya terus melakukan pendalaman kasus tewasnya seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu untuk mengetahui penyebab kematiannya.

???????"Informasi kejanggalan dari keluarga masih didalami, karena keluarga masih dalam pemeriksaan," kata Indrawienny.

Selain itu, kepolisian juga memeriksa sejumlah anggota keluarga korban yang menjadi saksi, seperti kakak ipar korban yang pertama menemui korban dan adik korban yang mengetahui pertama informasi kematian saudaranya itu.

"Kakak ipar korban yang pertama menemui korban atas nama Noneng, juga terhadap adik kandung korban, mereka yang pertama mengetahui kematian korban di media sosial," katanya.

Kasus pembunuhan berantai itu bermula dari ditemukannya sekeluarga yang tewas secara tidak wajar di sebuah rumah di Bekasi, wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selanjutnya jajaran Polda Metro Jaya menangkap Wowon bersama dua tersangka lainnya, yakni Solihin alias Duloh dan Dede Solehudin. Ketiganya diduga melakukan pembunuhan berantai hingga diketahui ada sembilan korban meninggal dunia.

Sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Cianjur, Garut, hingga Bandung Barat, menjadi lokasi yang masuk dalam serangkaian kasus pembunuhan berantai tersebut. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 8 Orang Sadis Ini Sudah Diamankan


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler