Manggala Agni Siaga Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Februari 2018 – 22:33 WIB
Aksi Manggala Agni di Singkawang. Foto: KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Manggala Agni, Brigade Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan pemadaman pada beberapa wilayah, yaitu di Kalimantan Barat dan Riau, Sabtu (10/2).

Upaya ini dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

BACA JUGA: Ini 2 Pendekatan Untuk Pencegahan Karhutla 2017-2019

Di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kabupaten Singkawang, Manggala Agni Daops Semitau bersama TNI, Polri, dan masyarakat, melakukan pemadaman selama tiga jam sejak pukul 19.00 WIB. Kebakaran sekitar 1,5 Ha ini, didominasi oleh vegetasi ilalang, resam, dan akasia.

"Hal serupa juga dilakukan Manggala Agni Daops Singkawang bersama TNI, Polri, dan masyarakat, pada lahan mineral seluas kurang lebih 1,1 Ha, di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Setelah tiga jam, api berhasil dipadamkan," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Pandjaitan.

BACA JUGA: Beginilah Penegakan Hukum Atas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Lain halnya di Provinsi Riau, Manggala Agni Daops Batam dan MPA baru berhasil memadamkan api di Dusun Tanjung Kelingking, Kelurahan Rampang Cate, Kecamatan Galang, setelah berjibaku selama empat jam. Pemadaman pada lahan seluas 20 Ha ini, berada pada lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

"Manggala Agni terus menggelar patroli mandiri, sosialisasi, kampanye, dan melakukan groundcheck hotspot pada beberapa wilayah lainnya," tambah Raffles.

BACA JUGA: Menuju Kejayaan Bisnis Kehutanan Indonesia

Sebagaimana di Sumatera Utara, Manggala Agni Daops Labuhan Batu melakukan aksi sosialisasi dan kampanye bahaya karhutla, pada pameran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Lawas. Dalam kesempatan tersebut, ditunjukkan beberapa hasil pengolahan bahan bakaran menjadi cuka kayu, kompos, dan briket arang.

Pengenalan alat dan simulasi pemadaman karhutla juga dilakukan Manggala Agni Daops Batam, pada kemah Penegak dan Pandega Kota Batam, Provinsi Riau.

Kegiatan sosialisasi dan kampanye ini, menurut Raffles sangat penting, mengingat keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan perlu terus diupayakan.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Sabtu (10/2) pukul 20.00 WIB, mencatat terdapat 1 titik hotspot yang terpantau satelit NOAA19 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Utara, dan Satelit TERRA-AQUA (NASA) menunjukkan 2 titik hotspot di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Sampai dengan 10 Februari 2018, pantauan Satelit NOAA mencatat jumlah hotspot sebanyak 76 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 138 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 62 titik atau 44,93 persen.

Sedangkan berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level 80% terpantau sebanyak 174 titik, pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 129 titik. Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 45 titik atau 34,88 persen. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dalam 5 Tahun, KLHK Selamatkan Lebih dari 1.000 Orang Utan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler