Mantab, 5 Perguruan Tinggi Negeri Ditarget Masuk 500 Besar Dunia

Selasa, 20 Oktober 2015 – 10:08 WIB
Ilustrasi. FOTO: dok/jpnn.com

jpnn.com - SURABAYA - Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan, lima perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia masuk jajaran 500 kampus terbaik sedunia pada 2019. Lima kampus itu adalah Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Untuk memenuhi target tersebut, Kemenristekdikti siap memberikan dana bantuan Rp 5 miliar per tahun kepada lima PTN tersebut.

BACA JUGA: Ketum PB PGRI: Pendataan Guru Honorer untuk Cegah Manipulasi

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Peningkatan Reputasi Kemenristekdikti Prof Wawan Gunawan. Dia menjelaskan, kucuran dana Rp 5 miliar per tahun tersebut merupakan solusi jangka pendek Kemenristekdikti untuk memacu PTN melakukan pengembangan.

Dana itu bersifat kompetitif. Artinya, untuk mendapatkan dana tersebut, lima PTN wajib berinovasi. 

BACA JUGA: Awasi MOS, Ortu Siswa Akan Dilibatkan

Hasilnya, masing-masing PTN bisa memberikan proposal kepada Kemenristekdikti untuk pengajuan dana itu. Dana bantuan tersebut bisa digunakan PTN untuk melakukan pengembangan internal. Misalnya, memperbarui data dosen asing, meningkatkan jumlah peneliti dan mahasiswa internasional, atau mengumpulkan data penelitian serta penyelenggaraan lembaga khusus. 

Poin-poin tersebut merupakan penilaian yang difokuskan pada peningkatan peringkat dunia.

BACA JUGA: DPR Apresiasi Penambahan Anggaran TPG Non-PNS Kemenag

Masing-masing PTN optimistis bisa memenuhi target Kemeristekdikti. 

Unair, misalnya. Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair Badri Munir Sukoco menjelaskan, seluruh jajaran kampus diharapkan terlibat dalam pengembangan Unair menuju peringkat 500 besar dunia. 

''Target awal November ini, semua direktur, dekan, dan ketua program studi mampu memberikan rencana strategi pengembangan," katanya. Sebab, prodi merupakan produk. Semakin banyak prodi yang diunggulkan, semakin besar pula peluang masuk peringkat 500 besar dunia. 

Pengembangan juga difokuskan pada penelitian. ''Ada anggaran pengembangan. Dana itu lebih diprioritaskan untuk memperbanyak riset dan penelitian," jelas Badri. 

ITS juga terus berupaya memenuhi target tersebut. Rektor ITS Prof Joni Hermana yakin ITS dapat masuk dalam jajaran peringkat 500 besar dunia. ''Semakin cepat, semakin baik. Kalau bisa tidak perlu menunggu 2019," ujar Joni.

Ada beberapa langkah yang menjadi fokus utama ITS saat ini. Antara lain, memperkuat publikasi riset dan penelitian dalam skala nasional maupun internasional, mengumpulkan dan mendata dosen maupun mahasiswa yang rajin menulis jurnal, hingga memperkuat mobilisasi dosen dan mahasiswa ITS. 

''Kami harus terus memotivasi mahasiswa dan dosen agar ikut dalam berbagai event internasional maupun nasional," jelas guru besar teknik lingkungan tersebut. (bri/c7/mas/oni)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Catat! Tidak Ada Perubahan Kalender Akademik di Wilayah Asap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler