Mantan Pasangan Dokter Gigi, dari Urusan Karyawan sampai Gana-Gini

Senin, 31 Oktober 2016 – 02:30 WIB
Mantan Pasangan Dokter Gigi, Urusan Karyawan sampai Gana-Gini. Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Proses gugatan mantan pasangan dokter gigi, sebut namanya Donjuan, 49, dan Karin, 48, nyantol selama lima tahun di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Urusan utamanya tak hanya saling gugat harta gono gini. 

BACA JUGA: Ternyata Taslim Itu Seorang Bintang di Sekolah

Namun, juga urusan rebutan karyawan yang dianggap masih setia dengan perusahaan mereka.

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

BACA JUGA: Tangis Pilu Mengiringi Prosesi Pemakaman Dua Siswa Korban Tenggelam

SETELAH keluar dari PNS 20 tahun silam, kedua suami istri yang tinggal di kawasan Royal Residence, Babatan, Wiyung itu membangun bisnis konsultan dan penyediaan alat-alat kesehatan.

Berawal dari perusahaan kecil, suami istri alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) itu berhasil menjadikan usaha mereka perusahaan besar dan memiliki 50 lebih karyawan.

BACA JUGA: Niat Hati Menolong Teman, Taslim Malah Meregang Nyawa

Mereka semuanya loyal karena fasilitas yang diberikan perusahaan cukup besar. 

Dari gaji di atas UMK, cicilan rumah, pelayanan asuransi kesehatan terbaik dan sebagainya. 

Akan tetapi, tahun 2008 silam, Donjuan merangkap menjadi direktur.

Pertama sebagai direktur di perusahaannya sendiri dan kedua perusahaan milik temannya.

“Ya setelah jadi direktur itu sikap suami berubah,” kata Karin di sela-sela gugatan cerainya, Kamis (27/10).

Kebetulan setelah melahirkan anak ketiganya tahun 2007 lalu, posisi Karin menurun jadi kepala perusahaan.

Karin sendiri memang meminta penurunan jabatan.

Yang dulunya sebagai wakil direktur, mulai saat itu ia minta menjadi kepala perusahaan saja.

Hal itu dilakukan supaya dia tidak terlalu sibuk dan bisa mengurus anak-anaknya dengan baik.

“Karena turun jabatan itulah, gaji saya juga sedikit. Suami juga tidak mau ngasih saya nafkah. Padahal, biaya hidup mahal. Anak-anak sekolah di sekolah full day school. Belum lagi biaya les dan yang lainnya,” jelas Karin.

Karin merasa bahwa jabatan justru membuat suaminya makin tidak tahu urusan keluarga.

“Saya sudah lelah, saya akhirnya mengajukan gugatan cerai,” jelasnya.

Bisa lepas dari suaminya itu adalah tujuan utamanya.

Akan tetapi, harapannya untuk segera cerai tidak mulus.

Donjuan masih menggugat harta gono gini.

Karena memang, Karin meminta perusahannya dan sangat ingin dipegangnya.

Begitu pula Donjuan. Eloknya, sebagian karyawan juga meminta untuk ikut Karin.

Sedangkan Donjuan tidak mau karyawannya yang mengabdi berbalik ikut Karin.

“Suami saya itu lho hanya sok jadi direktur. Yang kerja saya, karyawan itu juga nurutnya sama saya. Tapi, suami tidak mau melepaskan karyawan. Kalau ada yang yang ikut saya, bakal dipecat tanpa pesangon,” tegas Karin sambil menahan emosi.

(opi/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub Dapat Laporan ada Monopoli di Tol Laut


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler