Mantan Petinggi BRI jadi Direksi BNI dan Mandiri, Ini Alasannya

Rabu, 18 Maret 2015 – 15:12 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menunjuk sejumlah petinggi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memimpin perbankan BUMN lain, yakni Bank Mandiri dan BNI.

Rini mengaku memiliki alasan tersendiri menempatkan mantan petinggi BRI di Bank Mandiri dan BNI. Di banding perbankan pelat merah lainnya, BRI dinilai paling besar dan sudah menjamah ke seluruh pelosok Indonesia.

BACA JUGA: Rupiah Melemah, Produksi Amunisi Pindad Terganggu

"BRI itu termasuk bank yang dalam jumlah SDM terbesar. Kedua, BRI  juga mempunyai sistem teknologi cukup baik, mereka beroperasi di seluruh pelosok Indonesia," ujar Rini di Jakarta, Rabu (18/3).

Dia berharap, kebijakan itu bisa membawa perubahan yang semakin baik. Menurutnya, direksi yang ditugaskan untuk memimpin Bank Mandiri dan BNI merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan mampu menyalurkan budaya positif BRI ke kedua bank tersebut.

BACA JUGA: Tekan Pengeluaran, Ini Saran Menteri Rini untuk PLN

"Jadi tentunya yang kami harapkan supaya bisa saling menularkan kemampuan dari kekuatan tiap perbankan," harap Rini.

Seperti diketahui, PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah memiliki pimpinan baru. Yakni, Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama menggantikan Gatot M Suwondo.

BACA JUGA: Tahun Ini, Wika Targetkan Penjualan Rp 21,43 Triliun

Achmad sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan di BRI. Selain Achmad, BRI juga mengirimkan petinggi lainnya ke BNI, yakni Suprajarto sebagai Wakil Direktur Utama. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Layanan. Selain itu, Sulaiman Arif Arianto telah dipercaya menjadi Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri. (chi/jpnn)

 

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perlu Ada Institusi Khusus Pendongkrak Daya Saing Produk Ekspor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler