Mantap, Tiga Perbankan BUMN ini Biayai Pembangunan Proyek Terminal Kuala Tanjung

Selasa, 29 Maret 2016 – 20:45 WIB
Penandatanganan pembiayaan kredit sindikasi kepada PT Prima Multi Terminal (PMT), Selasa (29/3). Foto Istimewa

jpnn.com -  

JAKARTA – Tiga bank perusahaan pelat merah, memberikan pembiayaan sebesar Rp 2,1 triliun kepada PT Prima Multi Terminal (PMT), yang merupakan anak usaha patungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dan PT Waskita Karya.

BACA JUGA: Perusahaan Thailand Incar Pasar E-Money

Tiga perbankan BUMN itu yakni, Bank Mandiri, Bank BRI dan BNI, yang bertindak untuk membiayai pembangunan proyek Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Pelabuhan Kuala Tanjung terletak di Kabupaten Batu Bara, 27 km dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan sebagai industrial gateway port, yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri.

BACA JUGA: HIPMI Desak Regulasi Bisnis Taksi

“Terminal tersebut akan memiliki fasilitas dermaga bongkar muat kontainer sepanjang 500 meter, dermaga bongkar muat curah cair sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas ± 600.000 TEUs, dan kedalaman kolam 14-18 LWS," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (29/3).

Bambang menjelaskan, tahapan pengembangan terbagi menjadi empat, yaitu tahap pertama pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung pada 2015-2017, tahap kedua pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3.000 Ha 2016-2018.

BACA JUGA: BEI Bakal Rombak Fraksi Harga Saham

Tahap ketiga pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port pada 2017-2019 dan tahap keempat, pengembangan kawasan industry terintegrasi yang akan dimulai pada 2021-2023.

"Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung telah masuk dalam rencana pengembangan dan pembangunan 24 pelabuhan yang tercantum dalam program tol laut Presiden Joko Widodo. Progress pembangunan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung ini relatif cepat sejak groundbreaking oleh Presiden Jokowi pada 27 Januari 2015," imbuh Bambang. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Moncer, Penjualan Indofood Sentuh Rp 64 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler