Mari Kita Doakan Usaha Ibu Juminiati Ini Lancar

Minggu, 04 November 2018 – 00:14 WIB
Juminiati menata cabai merah di lapak sayur yang baru dibuka. Foto: Nur Wachid/Radar Ponorogo/JPNN.com

jpnn.com - Juminiati, salah seorang korban selamat gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, memutuskan pulang dan merintis usaha di kampung halaman. Setelah 14 tahun mengais harapan di Palu, keluarga asal Desa Baosan Lor, Ngrayun itu kini membuka lapak sayur di wilayah perkotaan.

NUR WACHID, Ponorogo

BACA JUGA: Kolekte 5.000 Umat Katolik Pesparani Disumbangkan ke Sulteng

Kios berukuran 4x6 meter di deretan pertokoan Jalan Sukowati, Kelurahan Keniten, Ponorogo tampak mencolok. Itu lantaran barang dagangannya lain dari deretan toko di sekitarnya. Berbagai jenis sayuran segar tersedia. Juga, beberapa potong daging ayam dan berbagai bumbu dapur.

Seorang emak-emak berkerudung kuning terlihat sibuk menata barang dagangannya saat Radar Madiun (Jawa Pos Group) mendatangi kios tersebut. Sembari menata cabai merah, dengan sopan dia mempersilakan koran ini layaknya sapaan karyawan minimarket.

BACA JUGA: Ini Data Terbaru Jumlah Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

‘’Baru maghrib kemarin saya buka di sini. Semoga usaha yang baru dirintis ini bisa mengobati kesusahan kami,’’ kata Juminiati, si pemilik kios sayur itu.

Bencana meluluhlantakkan usaha yang dirintis Juminiati sejak merantau 2004 lalu. Bangunan yang dipakai tempat tinggal di Palu porak-poranda. Dahsyatnya gempa terjadi saat dirinya sedang memasak di dapur.

BACA JUGA: Sudah 2.113 Korban Meninggal Akibat Gempa Sulteng

Seketika itu, dirinya mematikan kompor dan bergegas keluar rumah. Lalu mendekap Suprapto, suami, dan kedua anaknya. ‘’Sangat ketakutan. Kami berlarian mencari tempat aman di ketinggian,’’ lanjutnya.

Beberapa hari pascabencana, Juminiati sekeluarga memutuskan pulang ke kampung halaman. Terlunta-lunta menanti giliran penjemputan pesawat Hercules, akhirnya memutuskan menempuh jalur darat menuju Palu. Dari Palu barulah naik pesawat menggunakan uang tabungan seadanya.

Beruntung dia tidak kehabisan uang sampai di kampungnya. Beberapa hari di rumah, pikirannya tidak karuan. Keinginan kembali ke Palu pupus lantaran trauma.

Namun, tinggal di kampung tanpa penghasilan membuatnya galau. ‘’Bapak Bupati memberikan bantuan beberapa hari kemudian,’’ ungkap istri Suprapto tersebut.

Bantuan demi bantuan tersalur untuk warga Ponorogo yang menjadi korban selamat gempa Palu tersebut. Bupati Ipong Muchlissoni juga sempat mengunjungi korban dan memberikan santunan Rp 5 juta setiap jiwa. Juminiati memutuskan menggunakan bantuan itu untuk modal merintis usaha.

Dia kembali mencoba peruntungan dagang sayur. Jika usaha yang dirintis jalan, dia bakal membuka cabang seperti yang dilakukan di Palu.

‘’Pengin ketemu Pak Bupati sekadar mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya,’’ ucap ibu 40 tahun dua anak tersebut. *** (fin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah Puluhan Kantong Jenazah Dibuka, Mencari Dua Anaknya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler