Marinir Berlatih Perang Agresif

Selasa, 02 Juni 2009 – 10:56 WIB
LATIHAN TEMPUR- Taifib Marinir melakukan latihan peyusupan malam hari kejantung pertahan musuh. Foto: Mustari A Rauf/Radar Tarakan
NUNUKAN- Reaksi keras dan keseriusan pemerintah RI terkait memanasnya kembali situasi di blok Ambalat saat ini, meningkatkan kesiagaan pasukan Satgas Marinir Ambalat IX di Pulau Sebatik, yang merupakan daratan RI terdekat dengan daerah sengketa dengan Malaysia.

Intensitas latihan bertempur yang mengarah pada peristiwa sesungguhnya, juga sudah dilakukan beberapa hari terakhir

Setelah menggelar simulasi perang di Sepanjang bibir pantai Sei Pancang pada hari Minggu (31/5) lalu, kemarin latihan bertempur kembali digelar di bibir pantai kawasan Sei Bajau.

Jika latihan bertempur yang dilakukan sebelumnya lebih mengarah pada strategi pertahanan dan perlindungan terhadap pasukan oleh para penembak jitu

BACA JUGA: KPK Siap Kaji Pengaduan DPRD Tapsel

Maka simulasi yang dilakukan di Sei Bajau kemarin adalah tindakan agresif didalam pertempuran, yakni aksi penyerangan hingga ke jantung kekuatan musuh.

Diawasi langsung oleh Komandan Kompi (Danki) Satgas Marnir Ambalat IX Kapten Marinir Budi Santoso, simulasi perang yang berlangsung di Sei Bajau adalah straegi pendaratan pasukan elit dari satuan marinir yakni tim Taifib  secara agresif mendekati daratan Malaysia dengan menggunakan perahu karet


Penyusupan berhasil mulus dilakukan diawali oleh dua personil pasukan katak yang lebih dulu mencapai daratan sebelum memastikan kepada anggota pasukan lainnya bahwa serangan lebih lanjut dapat dilancarkan.

“Kita memiliki tim Taifib pasukan katak yang tangguh

BACA JUGA: DPRD Tapsel Laporkan Bupati Ongku ke KPK

Sesuai perintah atasan, intensif latihan mereka dilakukan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi dengan situasi di Ambalat saat ini,” kata Budi Santoso ditengah latihan berlangsung.

Selain pasukan katak, keseriusan menyikapi sengketa perbatasan di perairan Ambalat saat ini juga adanya penembak jitu yang dilengkapi senjata jenis NTW berlaras ganda. 

Dengan masing-masing laras berkaliber 14,5 mm dan 20 mm, senjata produksi Afrika Selatan yang disebut-sebut mampu menembus dinding baja tebal dan merobohkan bangunan gedung bertingkat ini, sangat efektif sebagai senjata penghancur
Termasuk untuk armada-armada kapal perang seperti milik Malaysia yang kerap didapati melakukan pelanggaran memasuki wilayah perairan Indonesia selama ini.(ade)

BACA JUGA: Disidang, Walkot Manado Murah Senyum

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sopir Walkot Manado: Saya Diancam Penyidik KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler