Market Cap Rp 718,3 Triliun, Tesla Gusur General Motors

Rabu, 12 April 2017 – 16:32 WIB
Ilustrasi Tesla. Foto: AFP

jpnn.com, NEW YORK - Tesla makin menancapkan tajinya di industri otomotif di Amerika Serikat (AS).

Tesla menjadi perusahaan otomotif paling bernilai di AS setelah berhasil menyalip General Motors (GM).

BACA JUGA: Gantikan Etios Valco, New Agya Resmi Diluncurkan

Sebelumnya, pabrikan mobil listrik yang didirikan Elon Musk itu juga berhasil menyalip Ford pada pekan lalu.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi sejarah baru ketika pabrikan otomotif paling bernilai berpindah dari Detroit ke Silicon Valley.

BACA JUGA: Bangun R&D Center, Daihatsu Investasi Rp 1 Triliun

Detroit di Michigan telah lama menjadi ikon pusat otomotif. GM dan Ford lahir dan besar di sana.

Sedangkan Tesla bermarkas di Palo Alto, kawasan Silicon Valley di California, yang dihuni banyak perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia.

BACA JUGA: Ayo Ikut Kompetisi Konten Digital Piaggio Indonesia

Penjualan Tesla pada triwulan pertama tahun ini memang baru 25 ribu unit.

Namun, itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa bagi produsen mobil listrik.

Kinerja itu sekaligus mengangkat minat konsumen global terhadap mobil ramah lingkungan tersebut.

Nilai pasar Tesla meningkat sekitar 3,26 persen menjadi USD 312,75 saat perdagangan di Bursa New York, Senin pagi (10/4).

Kenaikan itu memacu peningkatan market cap alias kapitalisasi pasar Tesla menjadi USD 51,01 miliar atau Rp 718,3 triliun.

Angka tersebut unggul tipis atas GM yang berada di angka USD 50,89 miliar.

GM telah dua tahun memuncaki takhta perusahaan otomotif paling bernilai di AS. Sementara itu, nilai pasar Ford Motor Co. berada di angka sekitar USD 44,95 miliar.

Kenaikan nilai Tesla tersebut diindikasikan terjadi karena market transportasi yang semakin percaya dengan kebutuhan kendaraan canggih masa depan seperti mobil listrik hingga kendaraan self-driving.

Sementara itu, produsen mobil konvensional pekan lalu justru menunjukkan penurunan volume penjualan.

Hal itu juga yang dianggap analis membuat investor khawatir dan mulai berpikir bahwa masa depan industri mobil konvensional mungkin mulai tipis untuk berkembang.

’’Kami ingin membangun track record performa finansial yang baik. Kami akan tetap fokus untuk men-deliver produk yang terbaik dan mengembangkan modal demi return dan value yang lebih kuat,’’ ujar pernyataan resmi General Motor sebagaimana dikutip Fox Bussines.

Pihak Tesla masih enggan menyampaikan komentar apa pun kepada publik.

Nilai kapital market Tesla kini setara dengan USD 102 ribu untuk setiap kendaraan yang diproduksi pada 2018, atau sekitar USD 667 ribu tiap mobil yang terjual tahun lalu.

Sebagai perbandingan, kapital market GM setara dengan USD 5 ribu setiap mobil yang terjual pada 2016.

Pabrik Tesla saat ini memproduksi massal sedan Tesla Model 3 yang ditargetkan meluncur pada pertengahan 2017.

Pabrik Tesla itu juga tengah memenuhi target produksi 500 ribu unit per tahun pada 2018.

Analis Morgan Stanley Adam Jonas mengatakan, Elon Musk telah menghadapi tantangan yang besar.

’’Namun, Tesla berhasil menuju produksi 500 ribu unit tahun depan. Padahal, di tahun sebelumnya produksi hanya berkisar 84 ribu unit. Bahkan juga mulai mengembangkan software untuk self-driving,’’ ujar Adam.

Analis Morningstar Research David Whiston menambahkan, tumbuhnya Tesla merupakan bukti bahwa market mau berinvestasi kepada sesuatu yang potensial.

’’Bahkan, meski bendanya belum tampak, investor tertarik untuk membiayai. Sebut saja kendaraan atau transportasi berbasis listrik, rumah tenaga listrik, dan sebagainya,’’ kata David. (agf/c19/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jagoan Pertamax Motorsport Team Rajai Putaran Pertama


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler