Marwan Merasa Banyak Musuh

Alasan Pindah Dari Jampidsus Jadi Jamwas

Kamis, 27 Mei 2010 – 21:25 WIB
JAKARTA— Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Marwan Effendi membeberkan alasan kenapa dirinya mengajukan permohonan pindah dari kursi Jampidsus ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas)Pria asal Sumatera Selatan itu menyebut ada beberapa pertimbangan yang membuatnya tak betah menduduki kursi tertinggi di gedung bundar

BACA JUGA: Kejagung Buka Lowongan untuk Jubir

Salah satunya ia merasa banyak musuh


MArwan menjelaskan selama dua tahun menjabat  Jampidsus, dia dihadapkan pada sekitar 3.500 perkara

BACA JUGA: Jampidsus Janji Tak Kompromi dengan Markus

Dari jumlah ini sebanyak 2.889 di antaranya diajukan ke pengadilan
Dengan asumsi satu kasus itu ada dua terdakwanya ia memperkirakan ada 4.000 orang yang memusuhi dirinya

BACA JUGA: Tunggu Perintah DPR Usut Dugaan Suap Cetak Uang BI

Belum termasuk keluarga dan kerabat para terdakwa yang diseret ke meja hijau itu.

"Kalau dihitung separuhnya ada yang berkasnya dua, perkiraan saya ada 4.000 terdakwa yang diajukan ke pengadilanBerarti dua tahun ini 4.000 orang yang membenci saya di Indonesia ini," ujar Marwan dalam acara pisah sambutnya  di Kejaksaan Agung, Kamis (27/5) petang.

Karenanya, sejak awal tahun tadi Marwan telah memberitahukan keinginannya pindah dari kursi jampidsus"Sudah saya sampaikan ke Pak Amari beberapa bulan yang lalu siap-siap nanti gantikan posisi sayaPak Amari sudah saya sampaikan bulan Januari," tambahnya.

Selain itu, tambahnya, yang mendorongnya semakin ingin pindah karena kasus Gayus Tambunan mencuatDalam kasus ini, banyak kerabatnya di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan terlibatMenurutnya mereka banyak meminta tolong agar kasus mereka dibantuKarena itulah, ia merasa tak betah dan ingin pindah agar penanganan kasus itu independenMarwan merasa jabatannya ini sangat berat dan tanggung jawab yang besar.

"Itulah yang saya sampaikan mengapa saya duduk di bara api (Jampidsus)Saya dulu ingin di Jampidsus karena ingin mengembalikan auranya gedung bundar," tambahnya.

Selain itu, Marwan juga merasa harus pindah agar bisa mengembangkan diriTidak hanya menekuni satu bidang tapi dapat menuangkan inovasi-inovasi dalam bidang yang lain.  "Saya ingin pindah dalam cuaca yang terang benderang bukan pada saat mendungSebagaimana saya pindah dari Bandung dan SurabayaSaya tidak ingin menoreh tinta hitam dalam karir saya," tambahnya.(zul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penyelidikan Kasus Pajak PT KPC Tetap Diteruskan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler