Mas Nadiem: Teknologi tak akan Bisa Gantikan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 20 Mei 2021 – 16:55 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim pada peluncuran program Literasi Digital Nasional. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menilai literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi ke arah positif.

Salah satunya meningkatkan produktivias dan mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ).

BACA JUGA: Makna Puasa bagi Mas Nadiem Makarim, Simak Juga Petuah Habib Husein dan Mbak Yenny

Presiden juga memberikan apresiasi pada 110 lembaga dan komunitas yang terlibat dalam Gerakan Literasi Digital.

Baginya, gerakan itu adalah kerja besar yang perlu mendapat dukungan seluruh kompenen bangsa agar makin banyak masyarakat yang secara cakap melek digital. 

BACA JUGA: Facebook Tambah Fitur Baru di Sistem Operasi iOS 14.5, Ini Kegunaannya

“Saya harap gerakan ini membesar sehingga mendorong inisiatif (positif) di tempat lain melalui kerja konkret dalam memanfaatkan internet agar kegiatan makin produktif dan kreatif,” kata Jokowi saat peluncuran program Literasi Digital Nasional, Kamis (20/5).

Pada kesempatan sama, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkapkan peran penting teknologi dalam mendukung sektor pendidikan nasional, khususnya di masa pandemi.

BACA JUGA: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur Khofifah Minta Sekolah Bentuk Tim Satgas Covid-19

“Kita telah melihat dan mengalami sendiri bagaimana teknologi membantu memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan ketika pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan,” ujarnya. 

Namun, lanjut Nadiem, teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dan interaksi langsung antara guru dengan murid.

Menurut Nadiem, bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan dengan satu syarat.

Syaratnya ialah teknologi harus dimanfaatkan secara tepat sasaran dan cakap.

Mendikbudristek menambahkan kecakapan digital ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga cerdas dan bijak.

“Diperlukan pendekatan-pendekatan strategis yang bisa meningkatkan literasi digital, khususnya bagi generasi muda yang biasanya belum memiliki benteng cukup kuat untuk menangkal pengaruh buruk dari teknologi,” sambung dia.

Kemendikbudristek menyambut baik modul literasi digital yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mencakup empat dasar literasi digital.

Di antaranya keamanan digital, keterampilan digital, etika digital, dan budaya digital. 

Empat pilar utama tersebut, kata Nadiem, mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang menghasilkan talenta-talenta digital unggul Indonesia. 

Dia mengajak semua pihak untuk turut merefleksikan kembali makna dari kebangkitan nasional.

"Bangkit berarti keluar dari keterpurukan, bangkit berarti cakap dan tanggap dengan perkembangan teknologi, bangkit berarti belajar dengan bahagia dan merdeka,” pungkas Nadiem. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Bukti Mas Nadiem Makarim Memprioritaskan Guru


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler