Masyarakat Poso dan Sebagian Sigi Hidup Dalam Kecemasan dan Ketakutan

Sabtu, 19 Juni 2021 – 21:07 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura, berbicara dengan beberapa pejabat dan tokoh masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat. ANTARA/HO-Biro Humas Setda Pemprov Sulawesi Tengah

jpnn.com, POSO - Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura menaruh kepedulian mendalam terhadap kehidupan masyarakat di Kabupaten Poso dan sebagian Sigi yang hidup dalam kecemasan dan ketakutan.

Gubernur memprioritaskan peningkatan kualitas kedamaian, keamanan, ketertiban dan kenyamanan warga di Poso, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

BACA JUGA: Tolong, Jangan Arahkan Masyarakat Memilih Antara Agama atau Pancasila

"Itu yang akan diutamakan agar masyarakat bisa hidup secara baik, bisa pergi berkebun, bertani dan beraktivitas sehari-hari secara baik," ujar Rusdi di Palu, Sabtu (19/6).

Masalah keamanan di Poso yang menjadi satu prioritas pembangunan daerah, telah disampaikannya kepada para pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: COVID-19 Mengganas, Sultan HB X: Satu-satunya Cara ya Lockdown Totally

Dia berjanji akan melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik, dengan menggenjot beberapa agenda prioritas meliputi keamanan daerah, pemulihan pascagempa, tsunami dan likuifaksi, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

Berkaitan peningkatan kualitas keamanan dan kedamaian daerah, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FPKT) Sulawesi Tengah berharap Mastura memprioritaskan upaya pencegahan tumbuh dan berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

BACA JUGA: Penularan COVID-19 Menggila, Pemerintah Diminta Segera Menerapkan PSBB

Karena erat kaitannya dengan masalah sosial lain, terutama kemiskinan.

Ketua FKPT Sulawesi Tengah Muhammad Nur Sangaji menilai Mastura perlu memberikan serta menjamin setiap masyarakat dan umat beragama beraktivitas dengan kenyamanan dan keamanan.

Bagi FKPT Sulawesi Tengah, sejumlah teror di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, dan wilayah dataran Napu, Poso, belum lama ini, sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dan umat beragama dalam beraktivitas.

"Aksi teror itu sangat melukai nurani kemanusiaan dan mencederai hubungan kemanusiaan dan kerukunan yang telah dibangun dengan susah payah," kata Sangaji.

Tidak hanya itu, hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Poso dan sebagian Kabupaten Sigi hidup dalam kecemasan, ketakutan.

"Oleh karena itu perlu untuk memulihkan kondisi masyarakat di sana, dengan memberikan rasa aman, kenyamanan dan ketentraman," katanya.(Antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler