Mayjen Denny Berpesan kepada Prajurit TNI: Jangan Mencoreng Nama Baik Satuan

Kamis, 31 Maret 2022 – 10:20 WIB
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh, memberikan arahan kepada prajurit Yonarmed 19-105/Tarik. ANTARA/HO-Pendam XIII Merdeka (1)

jpnn.com, MANADO - Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka  Mayor Jenderal TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh memeriksa kesiapan Satuan Tugas Batalyon Artileri Medan 19-105/Tarik dalam melaksanakan operasi pengamanan perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Lolak, Sulawesi Utara, Rabu (30/3). 

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Denny Tuejeh memberikan arahan penting kepada para prajurit TNI dan Yonarmef 19-105/Tarik.

BACA JUGA: Pesan Letjen Ignatius Yogo Triyono Saat Latihan Perang TNI AD, Tegas!

Jenderal bintang dua ini mengingatkan para prajurit menjaga soliditas dan saling mengingatkan agar tidak melakukan pelanggaran.  

“Kuncinya adalah soliditas dan saling mengingatkan agar prajurit Yonarmed 19-105 tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik satuan,” kata Mayjen TNI Denny Tuejeh. 

BACA JUGA: Jadi Tersangka Kasus TWP AD, Purnawirawan TNI AD Ditahan

Dia mengingatkan prajurit Yonarmed 19-105/Tarik mampu memelihara komitmen, integritas dan pemahaman terhadap tugas, serta tekad dan niat yang tulus untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Menurut dia, salah satu kegiatan utama pengamanan perbatasan adalah melaksanakan patroli agar oknum pemindah patok batas negara tidak dapat beraksi.

BACA JUGA: Ingin Prajurit TNI Mendapat Kesempatan Sama, Jenderal Andika Keluarkan Perintah Ini

Patroli di sepanjang perbatasan juga dilakukan untuk mengawasi lalu lintas orang dan barang yang keluar masuk wilayah RI-Malaysia, serta mencegah terjadinya penyelundupan narkoba dan pelintas batas ilegal.

“Waspadai jalan-jalan tikus yang ada di setiap wilayah di sepanjang perbatasan. Koordinasikan dengan instansi terkait apabila mendapati aktivitas ilegal tersebut,” kata mantan Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura, itu.

Pada dasarnya, dia menambahkan barang keluar masuk dari dua negara tetangga yang berbatasan darat tersebut diperbolehkan, tetapi harus resmi, yakni melalui Kantor Bea dan Cukai setempat, sesuai ketentuan yang sudah diatur oleh negara.

“Itu adalah bagian dari kedaulatan yang harus dijaga prajurit TNI,” kata alumnus Akademi Militer (Akmil) 1988, itu. 

Dia menceritakan pengalamannya sewaktu menjabat Danrem 121/Alambhana Wanawwai di Kalimantan Barat yang salah satu tugasnya adalah menjadi Dankolakops (Komandan komando pelaksana operasi) perbatasan darat di wilayah kerja Korem 121/ABW. 

Cukup banyak barang-barang ilegal yang keluar masuk kedua negara.

Hal ini bisa terjadi akibat banyaknya jalan tikus yang tidak terawasi karena terbatasnya petugas dibandingkan dengan wilayah perbatasan yang sangat luas.

Kapendam XIII/Merdeka Letkol Jhonson M. Sitorus mengatakan dalam menjalankan tugas negara yang mulia ini, Satgas Yonarmed-19 105/Tarik selaku satuan terpilih Kodam XIII/Merdeka harus mampu menunjukkan bahwa Prajurit Jaya Sakti Kodam XIII/Merdeka benar-benar dapat diandalkan untuk menjalankan tugas negara.

Hadir pada saat itu, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI E.J Lumintang, para Asisten Kasdam XIII/Merdeka, para Kabalakdam XIII/Merdeka dan Dandim 1303/Bolmong. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler