JAKARTA – Sebuah peringatan bagi kubu pasangan capres SBY-Boediono agar tidak terlalu percaya diri bakal memenangi Pilpres dalam sekali putaranSebuah survei yang dilakukan Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) justru merekam bahwa tingkat keterpilihan SBY-Boediono dari waktu ke waktu semakin merosot.
Meski ada kecenderungan menurun, namun SBY tetap berada di peringkat pertama
BACA JUGA: Prabowo Beri Klarifikasi Soal Kerusuhan Mei
Sementara pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto bakal bersaing untuk memperebutkan tiket ke putaran keduaSurvei terakhir SSS dilakukan terhadap 2496 responden di 137 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan metode wawancara tatap muka
Hasilnya, SBY-Boediono masih teratas dibanding dua pasangan calon lainnya dengan elektabilitas 52,5 persen
BACA JUGA: Pemerintahan Kuat Bila Dua Putaran
Sementara elektabilitas Megawati-Prabowo sebesar 24,4 persen dan JK-Wiranto berada di urutan terakhir dengan 20,2 persen.Menurut koordinator survey, Toto Sugiarto dalam paparan hasil survei SSS di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (13/6) siang, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab semakin menurunnya dukunagn terhadap pasanagn SBY-Boediono.
Toto menyebut beberapa isu yang dilontarkan kubu SBY-Boediono termasuk yang menyinggung soal SARA serta isu label neo-liberal yang disandang Boediono telah membuat perolehan pasangan ini cenderung menurun
Sebaliknya, dukungan atas pasangan Megawati-Prabowo cenderung mengalami kenaikan
BACA JUGA: Iklan Pilpres Satu Putaran Menyesatkan
Pasangan yang diusung PDIP dan Gerindra ini terdongkrak dengan program ekonomi kerakyatan yang diusung serta isu-isu krusial seperti utang luar negeri.“Deklarasi Mega dan Prabowo di Bantargebang menimbulkan kesan yang sangat pro rakyatDampaknya memperkuat keberpihakan pasangan ini terhadap persoalan kerakyatan," ulas Toto.
Disebutkannya, dalam hal isu program kebijakan pertanian yang pro rakyat mayoritas responden (57,7 persen) memilih pasangan Megawati-PrabowoSementara duet SBY-Boediono hanya meraih 28,9 persen, sedangkan pasangan JK-Wiranto hanya didukung 10,2 persen.
Responden juga menganggap pasangan Megawati-Prabowo lebih bisa dipercaya dalam hal penjadwalan utang luar negeriDalam isu ini kepercayaan responden terhadap Megawati-Prabowo mencapai 38,5 persenSedangkan SBY-Boediono hanya meraih 35 persen dan pasangan JK-Wiranto didukung 20,7 persen responden
Pengamat politik Tamrin Amal Tomagola yang hadir dalam paparan hasil survey SSS itu memprediksikan jarak tingkat keterpilihan antara pasangan SBY-Boediono dengan dua pasangan lainnya akan semakin dekatApalagi, katanya, kubu Megawati-Prabowo dipersepsikan public lebih pro rakyat ketimbang SBY yang saat ini masih berkuasa.
“Kalau kecenderungan ini terus berlangung hingga hari H (8 Juli) maka besar kemungkinan pilpres akan berlangsung dua putaran," ulasnya.(ara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilu Ulang di Nisel dan Yahukimo Bareng Pilpres
Redaktur : Tim Redaksi