Megawati: Live and Let Live!

Selasa, 18 April 2017 – 17:52 WIB
Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri saat menandatangani papan peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Istana Negara, Selasa (18/4). Foto: Humas PDIP for JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyerukan pentingnya persaudaraan di antara negara-negara Asia dan Afrika. Menurutnya, perbedaan merupakan hal kodrati karena bangsa-bangsa Asia dan Afrika memang memiliki banyak suku bangsa dan budaya.

Megawati mengatakan hal itu saat berpidato di Istana Negara Jakarta, Selasa (18/4) pada acara peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri Kaninet Kerja dan delegasi utusan negara-negara peserta KAA, ketua umum PDI Perjuangan itu menyatakan bahwa tanggal 18 April 1955 merupakan peristiwa bersejatah yang ikut mengubah dunia.

BACA JUGA: Kubu Ahok-Djarot Sinyalir Ketua KPU DKI tidak Netral

Pada tanggal itu, KAA mulai berlangsung di Bandung. “Perhelatan hari ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali memori kolektif kita atas sebuah peristiwa di abad 20 yang mampu mendatangkan gelombang kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia, Afrika dan bahkan Amerika Latin,” ujarnya.

Selanjutnya, Mega mengutip pidato ayahnya, Bung Karno saat pembukaan KAA di Bandung pada 18 April 1955. Bung Karno kala itu menyatakan bahwa negara-negara di Asia dan Afrika memiliki beragam budaya, agama, hingga bentuk pemerintahan.

BACA JUGA: DPR Minta Pengerahan Massa dari Luar Daerah Harus Dicegah

“Negeri-negeri  yang rakyatnya memeluk hampir semua agama yang ada di kolong langit, agama Budha, Islam, Kristen, Konghucu, Hindu, Jainisme, agama Sikh, Zoroaster, Shinto, dan lain-lain. Hampir segala paham politik kita jumpai di sini,’ ujar Mega menirukan pidato Bung Karno.

“Demokrasi, monarki, teokrasi, dalam berbagai bentuk yang berbeda. Dan praktis semua ajaran ekonomi ada wakilnya, di gedung ini, marhaenisme, sosialisme, kapitalisme, komunisme, dalam segala variasi dan kombinasi yang aneka warna,” lagi-lagi Megawati meneruskan pidato Bung Karno.

BACA JUGA: Jokowi Minta Rakyat Tak Mudah Tergoda Isu SARA

Megawati justru melihat di antara keragaman di KAA itu ada kesatuan cita-cita. Yakni persaudaraan sebagai manusia.

“Apa salahnya ada perbedaan-perbedaan, asal ada persatuan dalam cita-cita. Dalam konferensi ini kita tak hendak saling menentang. Ini adalah konferensi persaudaraan,” tegasnya.

Menurutnya, KAA telah memberi kesan kepada dunia bahwa orang-orang bisa hidup bersama dan berinteraksi tanpa kehilangan sifat kepribadiannya. Mega menegaskan bahwa keragaman memang hal wajar.

Saya tahu bahwa di Asia dan Afrika terdapat perbedaan agama, keyakinan dan kepercayaan lebih banyak daripada di benua-benua lainnya di dunia ini. Tetapi, bukankah itu sudah sewajarnya,” tegasnya.

Sebagai putri Bung Karno sekaligus rakyat Indonesia, Megawati pun mengajak bang-sa-bangsa di Asia dan Afrika untuk terus hidup dan membiarkan hidup, bersatu dalam keragaman. “Live and let live, unity in diversity,” pungkasnya.(jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berpidato di Istana, Bu Mega Suarakan Kemerdekaan Palestina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler