jpnn.com - ROKAN HILIR - Pengusutan terhadap dugaan suap penerimaan honorer Satpol PP Kabupaten Rokan Hilir, Riau, sudah masuk tahap penyidikan.
Dalam perkara dugaan suap ini, tiga orang terancam jadi tersangka.
BACA JUGA: Honorer Satpol PP Cemburu kepada Guru, tetapi Emoh jadi PPPK, Rela Tak Pulang saat Berjuang
Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto mengatakan bahwa penggeledahan yang dilakukan Unit Tipikor Satreskrim Polres Rohil dilakukan karena proses hukum sudah di tahap penyidikan.
Penyidikan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan Pegawai Harian Lepas (PHL) atau honorer Banpol Satpol PP Kabupaten Rohil.
BACA JUGA: Peserta Seleksi PPPK Guru 2022 Tunggu Janji, Honorer Satpol PP Pasang Harga Mati, Serius!
“Iya sudah naik sidik, masih kami kembangkan,” kata Andrian kepada JPNN.com Rabu (15/3).
Andrian menjelaskan bahwa korban yang melapor mengalami kerugian uang bevariasi.
BACA JUGA: Honorer Satpol PP Berani Menekan Pejabat KemenPAN-RB Teken Surat Ini, PNS Harga Mati!
Ada yang mengaku setor Rp 5 juta, Rp 6 juta, Rp 7 juta, bahkan ada yang sampai belasan juta.
“Korbannya ada sekitar 18 orang yang mengalami kerugian dan sudah diambil keterangan,” lanjutnya.
Bahkan, saat ini Polres Rohil sudah membidik calon tersangka dalam perkara ini.
“Diduga calon tersangka ada tiga. Satu orang oknum ASN dan dua honorer Satpol PP Rohil,” pungkasnya.
Penggeledahan Kantor Satpol PP Rohil itu dilakukan pada Selasa (14/3).
Ada sejumlah dokumen penerimaan PHL atau honorer Satpol PP yang disita untuk kepentingan penyidikan. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Rizki Ganda Marito