Melihat Taman Arkeologi Leang-Leang yang Ramah Disabilitas

Selasa, 17 Oktober 2023 – 09:51 WIB
Tamu delegasi dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara Forum Tingkat Tinggi ASEAN (AHLF) tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan saat mengunjungi Leang-leang. Foto: dokumentasi Kemensos

jpnn.com - Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak potensi wisata yang layak dikunjungi para wisatawan. Salah satunya adalah Taman Arkeologi Leang-Leang di Kabupaten Maros.

Taman ini menjadi salah satu pilihan kunjungan para tamu delegasi dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara Forum Tingkat Tinggi ASEAN (AHLF) tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Forum ASEAN Hasilkan Rekomendasi Makassar untuk Penyandang Disabilitas

Taman Arkeologi Leang-leang merupakan kawasan arkeologis berupa bebatuan dengan dua goa prasejarah di dalamnya, yaitu Leang Pettae dan Leang Petta Kere.

Terletak sekitar 30 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin atau 41 kilometer dari Kota Makassar, Leang-leang bisa ditempuh sekitar 1 jam dari Kota Makassar menggunakan jalur tol.

BACA JUGA: Putusan MK Berbeda setelah Makan Siang, Ini yang Terjadi

Ciri khas dari taman ini adalah batu-batu hitam berukuran kecil hingga paling besar mencapai 3 meter yang terhampar tak beraturan.

Hamparan batu hitam ini begitu kontras dengan hamparan rumput hijau serta pepohonan rindang di sekitarnya.

BACA JUGA: Hakim MK Saldi Isra Mengalami Peristiwa Aneh, Ada Misteri soal Gugatan Usia Capres-Cawapres

Semua akses dan fasilitas di Leang-leang kini diciptakan ramah bagi penyandang disabilitas. Bagi penyandang disabilitas tuna daksa, terdapat jalur khusus untuk kursi roda.

Sedangkan, bagi penyandang disabilitas netra, terdapat rekaman suara yang diperdengarkan melalui pengeras suara tentang keunikan Taman Arkeologi Leang-Leang.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan sengaja memilih Makassar sebagai tempat perhelatan forum tersebut lantaran di sekitar Makassar terdapat destinasi wisata yang unik.

Berbeda dengan daerah lainnya, Makassar memiliki destinasi peradaban, yakni Taman Arkeologi Leang-leang serta Benteng Fort Rotterdam berumur sekitar 500 tahun peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo.

“Tantangan kita bersama, setiap destinasi wisata ramah bagi penyandang disabilitas. Kedua destinasi wisata tersebut, telah dibangun dan dilengkapi fasilitasnya menjelang kedatangan delegasi ASEAN sehingga ramah bagi penyandang disabilitas,” ucap Risma.

Sementara itu, Pendiri Lembaga Advokasi Inklusi Disabilitas (AUDISI) Yustisia Arief  mengatakan sangat mengapresiasi destinasi wisata Leang-leang yang ramah dan nyaman bagi penyandang disabilitas.

“Jadi, kami sebagai penyandang disabilitas bisa mendapatkan hak kami untuk untuk berwisata dan menikmati pemandangan di sini sebagaimana pengunjung lainnya. Ini menyenangkan sekali,” tuturnya.

Masih di areal yang sama, terdapat dua goa yang terletak di ketinggian sekitar 20 meter. Untuk menuju goa berdiameter sekitar 3 meter dan kedalaman 10 meter tersebut, terdapat tangga besi yang aman dan nyaman.

Goa lainnya lebih terbuka dengan luas sekitar 4 meter. Goa ini diperkirakan dihuni manusia purba sekitar tahun 8.000-3.000 sebelum masehi.

Jejak peninggalan manusia purba antara lain terlihat dari beragam gambar yang terdapat di dinding goa. Terdapat gambar dua ekor babi dengan taring dan tanduk di bagian kepalanya. Terdapat pula 28 gambar telapak tangan.

“Semua gambar tersebut dibuat menggunakan bahan tanah merah dicampur berbagai ramuan pepohonan, sehingga kuat bertahan selama ribuan tahun,” ucap pemandu di dalam goa.

Namun, untuk goa tersebut tak bisa diakses oleh disabilitas karena menggunakan tangga yang cukup curam. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler