Membran Plasenta Bayi Dipasang di Mata Novel Baswedan

Jumat, 19 Mei 2017 – 07:11 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan usai menjalani operasi membran mata di Singapura, Kamis (18/5). Foto: KPK for JawaPos.Com

jpnn.com, JAKARTA - Proses penyembuhan Novel Baswedan terus berjalan. Kemarin, Novel kembali menjalani operasi mata di Singapura karena siraman air keras beberapa waktu lalu. Operasi dilakukan dengan memanfaatkan plasenta bayi.

Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan kondisi dua mata Novel memang sudah makin membaik. Ditandai dengan pertumbuhan sel hingga mendekati bagian hitam kornea.

BACA JUGA: Niko Mengaku Dibayar Novel Baswedan, Siapa Dia?

Bahkan novel sudah bisa mengenali huruf melalui tes pandangan jarak jauh. "Mata kanan bisa lihat huruf kecil yang paling bawah itu terlihat. Sedangkan mata kiri baru bisa melihat huruf yang besar," ujar dia di kantor KPK petang kemarin (18/5).

Tapi, perkembangan pertumbuhan sel atau jaringan mata yang sebelumnya rusak tersebut ternyata stagnan.

BACA JUGA: Inilah Alasan Polri Mencurigai Niko sebagai Penyerang Novel Baswedan

Bahkan ada inflamasi atau peradangan di bagian tengah mata. Terutama, mata sebelah kiri sangat sedikit pertumbuhannya.

"Bahkan pembuluh darah saja pertumbuhannya lambat sekali di sekeliling mata (kiri) bagian atas," kata Febri. Mata sebelah kiri memang paling banyak terdampak guyuran air keras oleh orang yang tak bertanggung jawab pada pagi subuh 11 April.

BACA JUGA: Berkas Penyidikan Kelar, Penyuap Patrialis Segera Diadili

Dengan berbagai pertimbangan itu dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi dengan memasang membran dari plasenta bayi.

Diharapkan tindakan itu bisa lebih merangsang pertumbuhan sel atau jaringan mata Novel lebih cepat lagi.

"Operasinya berjalan lancari dari pukul 08.00 sampai pukul 11.30. Setelah operasi, mata Novel tidak boleh kena air dulu satu bulan," tambah dia.

Sebelum operasi Novel menjalani pengecekan kornea, foto thorak, cek darah, dan kardio. "Sebelumnya juga harus puasa," jelas Febri.

Lebih lanjut, Febri menuturkan belum bisa memperinci jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan Novel. Mereka harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terlebih dahulu. "Biaya pengobatan lebih beda, karena lintas negara juga," tambah dia.

Dokter spesialis Mata Ciputra SMG Eye Clinicdr Feriyanto Sp.M menjelaskan, operasi bilateral amniotic membrane transplant with fibrin glue ini memang kerap digunakan untuk penyembuhan bagian bening mata (kornea).

Amnion biasanya untuk penambalan bagian mata yang mengalami infeksi berat yang dapat menyebabkan kebocoran mata.

”Biasanya amnion graft. Amnion yang sudah ada, akan dijahit atau dilem ke bagian mata yang akan mengalami kebocoran,” ujarnya dihubungi kemarin.

Pada pengobatan ini, tidak bisa langsung dipastikan sembuh 100 persen. Menurutnya, tingkat kesembuhan pasien sangat tergantung dari keparahan kerusakan mata yang dialami oleh pasien tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan KPK belum berniat membentuk tim independen untuk menangani kasus Novel.

’’Kami percaya kapasitas kepolisian Republik Indonesia untuk mengungkap kasus itu,’’ ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (18/5).

Saat ini, KPK masih terus berkoordinasi dengan polisi terkait penanganan kasus Novel. Informasi apapun yang dimiliki KPK terkait kasus Novel diserahkan kepada penyidik. Sebaliknya, penyidik juga selalu menyampaikan perkembangan kasus itu kepada KPK.

Disinggung kemungkinan polisi lamban menangani kasus Novel, menurut Alexander tidak bisa langsung disimpulkan demikian.

’’Untuk mengungkap suatu perkara itu kan diperlukan alat bukti,’’ lanjutnya. Lagipula, sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Febri menambahkan KPK masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Tapi, diharapkan ada pelaku yang segera ditangkap.

"Baik pelaku lapangan maupun aktor intelektual dari serangan ini. Karena Novel adalah salah satu penyidik, Kasatgas di penyikan kasus eKTP misalnya dan kasus yang lain," ujar Febri. (Idr/Jun/byu/mia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masinton: 15 Tahun KPK tanpa Kontrol


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler