BOGOR—Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengaku dirinya belum menerima pemberitahuan apapun mengenai laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Meski beberapa waktu lalu, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengaku telah melaporkan Kemendiknas kepada Presiden SBY karena dinilai tidak transparan dalam mengelola administrasi, namun M Nuh mengaku belum ada teguran apapun dari Presiden SBY.
“Saya sampai sekarang belum menerima laporan itu dan tidak tahu apa isinya
BACA JUGA: Pimpinan Banggar Diperiksa, Cewek-Cewek Seksi Sambangi KPK
Bahkan kalau urusan diundang Presiden atau Wakil Presiden (Wapres), saya waktu hari Sabtu (1/10) kemarin bertemu beliau dan tidak ada cerita apa-apa,” ungkap Nuh usai peletakan batu pertama di SDN Babakan Madang 01, Bogor, Senin (3/10).Namun terlepas dari itu semua, Nuh mengatakan jika yang dipersoalkan adalah masalah transparansi, maka ada atau tidak adanya laporan KPK, Kemdiknas akan tetap berupaya untuk mengarah pada good governance
“Oleh karena itu, jika ada peringatan atau apa bahkan dorongan dari KPK, kami sangat berterima kasih karena sejalan dengan yang kita kerjakan
BACA JUGA: Jatah PNS dari Honorer Kategori II Hanya 200 Ribu
Dalam good governance itu salah satu unsurnya adalah transparansiKetika disinggung mengenai Badan Anggaran (Banggar) yang kini tengah bermasalah, Nuh juga menerangkan jika pihaknya tidak terlalu khawatir jika program-program Kemdiknas akan terhambat.
“Insya Allah sampai akhir Oktober ini selesai semua
BACA JUGA: Kemenkeu Dituding Caplok PPID dari Kemenakertrans
Sesuai dengan prinsip dasar, dua bulan sebelum tahun anggaran itu disahkan, UU APBN sudah harus disahkanNanti kan APBN itu akan diluncurkan pada 27 atau 28 DesemberDua bulan sebelum itu UU APBN-nya harus disahkan,” paparnya.Mantan Menkominfo ini sangat yakin bahwa jika DPR dan Pemerintah akan terus bekerjasama dengan baikKarena jika sebaliknya, tentu akibatnya akan sangat fatal“Betapa fatalnya kalau UU APBN itu sampai tidak disahkanTelat, lalu APBN belum ada dasar hukumnya, terus kerjanya pakai apa? Oleh karena itu, kami yakin dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan APBN itu,” imbuhnya(cha/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Uang Rp500 Miliar, Muhaimin Ngaku Tak Tahu
Redaktur : Tim Redaksi