JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas ) tak kunjung mengevaluasi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan SBIAkhir Agustus mendatang kemendiknas berjanji akan mengeluarkan hasil evaluasi RSBI dan SBI.
Menteri Pendidikan Nasional (mendiknas) M
BACA JUGA: Wajib, 20 Persen Kursi untuk Mahasiswa Miskin
Nuh mengatakan, evaluasi RSBI dan SBI memang dijadwalkan selesai pada AgustusBACA JUGA: Mendiknas Diminta Prioritaskan Pendidikan Dasar
"Kemungkinan besar Agustus baru akan kami selesaikan," tutur Nuh saat ditemui di kantornya, kemarinBACA JUGA: Dewan Ingatkan Hati-Hati Pungutan Sekolah
Nuh juga melaporkan adanya sumbangan sukarela yang dipungut sekolah kepada orangtua murid mencapai puluhan juta rupiahSumbangan tersebut bekisar Rp 70 juta sampai Rp 80 juta"Tidak boleh dipungkiri masih ada yang mengenakan Rp 3 juta saat pertama kali masuk sekolah," terangnya.
Evaluasi itu diantaranya melihat perkembangan akuntabilitas sekolah. Melihat kemampuan komite sekolah dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS)"Kami juga melihat sejauh mana sekolah mengelola sumber daya tenaga pendidikanya," paparnya.
Alat ukur evaluasi lainnya, kata Nuh, mempertimbangankan adanya penghargaan akademikDimana status RSBI dan SBI bukan sekedar pengakuan terhadap sekolahMelainkan dinilai dari persentase kenaikan kelas, nilai ujian nasional (unas), dan kemampuan akademik lain di sekolah"Itu untuk menilai apakah sekolah tersebut masih pantas menyandang gelar RSBI atau perlu perbaikan lagi," terang bapak satu anak itu
Nuh mengatakan, kemendiknas juga menilai proses penerimaan siswa baru (PSB)Jumlah siswa yang diterima harus sesuai dengan kapasitas fasilitas, sarana, dan prasarana yang tersedia"Sehingga anak-anak itu bisa belajar cepatSoalnya fasilitas yang ada sudah pas dengan jumlah siswa," ujarnya.
Terakhir, lanjut Nuh, evaluasi RSBI juga termasuk menilai persyaratan infratruktur bangunan sekolahAntara lain, memiliki aula, toilet, ruang guru, dan laboratorium"Lebih utama RTSBI harus sudah punya school sister untuk menjalin kerjasama dengan sekolah di luarnegeri," pungkasnya(nuq)
BACA ARTIKEL LAINNYA... SD YPPK Potowayburu Kekurangan Guru
Redaktur : Tim Redaksi