Mendiknas Ngotot Gelar Ujian Ulang

Rabu, 03 Juni 2009 – 08:35 WIB

JAKARTA - Tadi malam (2/6), Mendiknas Bambang Sudibyo, Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Dirjen PMPTK Baedhowi, Sekjen Depdiknas Dodi Nandika, dan Dirjen Dikti Fasli Jalal memenuhi panggilan Komisi X DPR RIWakil Ketua Komisi X Heri Akhmadi meminta Mendiknas mempertanggungjawabkan, bagaimana bisa 33 SMA tidak lulus semua siswanya

BACA JUGA: Sekolah Kejuruan Lebih Berpeluang Masuk CPNS



Dia menengarai, kasus itu tak berhenti di 33 SMA itu saja
"Yang 33 SMA itu kan yang ketahuan kunci jawabannya salah

BACA JUGA: Korea Bantu USD 2 Juta untuk Capacity Building

Bisa jadi ada banyak sekolah lain yang mendapatkan kunci jawaban benar," kata politisi PDI Perjuangan itu

 
Heri juga menyatakan penolakannya terhadap kebijakan Depdikas yang akan menggelar ujian ulang

BACA JUGA: Guru Didorong Ajukan Uji Materi PP Acuan UAN

Sebab, itu melanggar peraturanSelain itu,dia mengaku banyak menerima SMS berisi penolakan terhadap kebijakan itu"Bahkan, alumni SMA 2 Ngawi (salah satu SMA yang semua siswanya tak lulus, Red.) mengancam akan berdemonstrasi kalau itu benar-benar dilakukan," katanya
 
Kata, Heri kebijakan itu sangat tidak adil bagi siswa yang jujur dan tidak lulusSebab, mereka tidak diberikan fasilitas ujian ulang itu"Itu akan mencederai kejujuran mereka," katanya
 
Menanggapi itu, Mendiknas Bambang Sudibyo awalnya sedikit berkelitDia mengatakan, belum ada kelulusan UnasSebab, hasil Unas itu akan dirilis oleh BNSP"Kita belum tahuNamun, memang ada kecurangan yang ditemukanYakni adanya jawaban yang sama sejumlah sekolahBNSP juga mengaku menemukan Unas yang tidak kredibel karena kecurangan itu," katanya
 
Saat ini, kata Bambang, dugaan itu masih terus ditelusuriKarena itu, sampai saat ini, dia mengaku belum tahu siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut"Kami masih menunggu hasil investigasi," katanya
 
Mengenai ujian ulang, Bambang bersikukuh melakukan ujian ulangSebab, kata dia, yang perlu diselamatkan adalah kredibilitas Unas di sekolah-sekolah tersebut"Ini untuk melindungi semua siswa yang jujur (agar tidak ikut terkena imbas kecurangan masal itu, Red.)Misalnya SMA 2 NgawiItu kan sekolah favoritTidak mungkin semuanya tidak lulusKarena itu upaya itu kita tempuh agar siswa tidak dirugikan," katanya.(kit/aga)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekolah Gratis Sebatas Iklan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler