Menebak Masa Depan The Big Bang Theory setelah Season 12

Senin, 14 Mei 2018 – 04:22 WIB
The Big Bang Theory. Foto: CBS

jpnn.com - Pada Maret 2017, ketika musim ke-10 The Big Bang Theory hampir mendekati akhir, CBS mengeluarkan pengumuman penting. Serial yang dibintangi Jim Parsons, Kaley Cuoco, dan Johnny Galecki itu diperpanjang dua musim lagi. Menjadi sampai musim ke-12.

Semua gembira. Fans happy. Para bintangnya juga happy karena 12 musim merupakan angka yang ideal bagi sebuah sitcom. Mereka siap mengakhiri semuanya saat popularitas serial itu masih berada di puncak. Namun, dalam wawancara menjelang season finale yang tayang Kamis malam lalu (Jumat pagi WIB), showrunner Steve Holland tak bisa memberikan jawaban pasti.

BACA JUGA: The Big Bang Theory: Luke Skywalker di Pernikahan Shamy

”Kami sudah membahas ini secara matang. Jika memang musim depan adalah musim terakhir kami, kami punya gambaran umum di mana kita meninggalkan karakter-karakter kesayangan kita,” papar Holland kepada Entertainment Weekly. ”Tapi sungguh, kami tidak pernah benar-benar duduk bersama dan membahas detailnya,” lanjut Holland.

Jika benar The Big Bang Theory berakhir di musim ke-12, para penulis punya checklist hal-hal yang harus dilakukan sebelum serial yang dimulai pada 2007 itu berakhir. Salah satu hal terpenting, tentunya, adalah pernikahan Sheldon dan Amy. Juga, itu sudah dilakukan. Tapi, menurut Holland, banyak yang belum terwujud.

BACA JUGA: Siap-Siap Ucapkan Selamat Tinggal kepada The Big Bang Theory

”Tentu ada masa ketika kami punya seember cerita yang ingin kami angkat ke serial. Sesudah berhasil, kami tinggal mencoretnya dari daftar,” papar Holland. ”Beberapa akan kami angkat musim depan dan beberapa lagi kami berencana tidak menjawabnya. Biarlah jadi misteri,” imbuhnya, lantas tertawa.

Selama ini, fans mengira pernikahan Sheldon (Parsons) dan Amy (Mayim Bialik) akan menjadi final The Big Bang Theory. Ternyata, tidak juga. Ketika karakter dan cerita dikembangkan secara organik, selalu ada ruang untuk mengeksplorasi hal baru. Tanpa ada kesan maksa. Hubungan antartokoh sangat alamiah. Pertemuan, pacaran, hingga adanya tiga pasangan yang menikah dan satu pasangan yang punya dua anak berjalan dalam ritme yang natural.

BACA JUGA: Empat Bulan Digantung, Lamaran Sheldon Akhirnya Dijawab

Jadi, setelah Shamy menikah, kini ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi calon plot utama musim depan. Misalnya, apakah Penny (Cuoco) dan Leonard (Galecki) akan punya anak? Apakah Rajesh Koothrapali (Kunal Nayar) akhirnya mendapat pasangan permanen? Atau, apakah Sheldon akan mendapat Nobel Fisika?

Lagi-lagi, Holland menjawab tidak tahu. The Big Bang Theory berbeda dengan –katakanlah– Game of Thrones yang baru tayang setelah produksi selesai. Serial rekaan Chuck Lorre dan Bill Prady itu dikerjakan seiring musim berjalan. Naskah dan syuting digarap beberapa pekan sebelum episode tayang. Jadi, selalu fresh, relevan, dan kekinian.

Hanya, Holland memberikan clue. Pada season finale, diceritakan Sheldon dan Amy menemukan teori baru, yakni super-asymmetry. Teori itu belum pernah dibahas sebelumnya. Nah, penemuan itu akan dikembangkan di musim depan.

”Selama 11 tahun ini, fans diyakinkan bahwa Sheldon itu sangat smart. Dan memang begitu,” kata Holland kepada The Hollywood Reporter. ”Tapi, sepertinya penting memberi dia momen kemenangan dan benar-benar menunjukkan betapa pintar dan kerennya dia. Kayaknya bakal seru. Terutama dengan Amy di sisinya,” lanjut Holland.

Apa pun yang disiapkan Holland dan timnya untuk musim depan, sepertinya mereka tetap harus bersiap mencari ide untuk musim ke-13, ke-14, ke-15, dan seterusnya. Sebab, Presiden CBS Entertainment Kelly Kahl pernah menyatakan ingin mengembangkan The Big Bang Theory hingga satu dekade mendatang. ”Kuharap kami bisa melanjutkannya sejauh yang kami bisa. Kalau bisa, sampai 20 tahun,” tegasnya dalam sebuah kesempatan tahun lalu. Hore! (fam/c11/na)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler