Meninggal Kecelakaan Naik 174 Persen

Jumat, 30 Desember 2011 – 14:30 WIB

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat jumlah korban meninggal pada kecelakaan transportasi yang diinvestigasi sepanjang 2011 meningkat 174 persen dibanding 2010Jika tahun lalu korban meninggal sebanyak 90 korban jiwa, tahun ini jumlahnya mencapai 247 korban jiwa.

"Kita telah melakukan identifikasi terhadap perkiraan faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan transportasi tahun 2011, ternyata faktor manusia atau human factor paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan-kecelakaan itu," ujar Ketua KNKT, Tatang Kurniadi di gedung Kementerian Perhubungan kemarin.

Tatang menyebutkan dalam pelaksanaan investigasi di tahun 2011, secara keseluruhan KNKT telah melaksanakan investigasi sebanyak 46 kali yang terdiri dari moda transportasi udara 32 kali, moda jalan 7 kali, moda laut 6 kali dan moda kereta api 1 kali

BACA JUGA: Satgas Antimafia Hukum Bubar Hari Ini

"Jumlah investigasi kita tahun ini dibandingkan tahun lalu naik 28 persen," tegasnya.

Dari semua kecelakaan yang diinvestigasi KNKT tersebut, tercatat korban sebanyak 247 orang meninggal, terdiri dari kecelakaan laut 86 orang, kecelakaan jalan 85 orang, kecelakaan udara 71 orang dan kecelakaan kereta api 5 orang
"Angka korban meninggal itu meningkat 174 persen jika dibandingkan jumlah korban pada tahun 2010 yang sebanyak 90 orang," kata dia.

Sedangkan jumlah korban luka-luka pada tahun 2011 sebanyak 420 orang dengan rincian kecelakaan laut 346 orang, kecelakaan jalan 56 orang, kecelakaan kereta api 10 orang dan kecelakaan udara 8 orang

BACA JUGA: MA Target PK Antasari Diputus Maret

"Angka jumlah korban luka-luka tersebut meningkat 40 persen jika dibngkan dengan korban luka pada 2010 yang sebanyak 301 orang," lanjutnya.

Dia mengakui bahwa semua kecelakaan itu paling banyak disebabkan karena faktor manusia, yaitu 62,5 persen, yang secara spesifik di moda jalan berkontribusi 37,5 persen, laut 12,5 persen, udara 12,5 persen
"Porsentase kontribusi faktor manusia pada kecelakaan tahun ini mengalami kenaikan jika dibandingan dengan tahun 2010 yang berkontribusi 44 persen terdiri dari udara 25 persen, laut 8 persen,jalan 8 persen dan kereta 8 persen," tambahnya

Selain itu terdapat faktor teknis yang juga menyebabkanb kecelakaan sebesar 37,5 persen

BACA JUGA: Pengaduan Ribuan, 53 Hakim Dikenai Sanksi

Angka itu mengalami penurtnan jika dibandingkan dengan data kontribusi faktor teknis padatahun 2010 yaitu sebesar 53 persen"Faktor yang lain adalah faktor eksternal seperti halnya cuaca atau kondisi lingkungan di lokasi kecelakaanIni merupakan faktor yang masih memerlukan analisis dan pengkajian lebih mendalam apakah merupakan kontributor utama penyebab klakaan atau bukan,? tukasnya.

Pada kesempatan sama dia sampaikan bahwa KNKT juga melakukan analisis laju kecelakaan (rate of accident) di masing-masing moda transportasiAngka tersebut diperoleh dari jumlah kecelakaan satu tahun dibandingkan dengan tingkat produksi masing-masing moda?Misalkan untuk moda udara, terjadi peningkatan rate of accident pada tahun 2011 dengan angka 4,22, tahun lalu 2,68,? tuturnya.

Sepanjang tahun 2011 ini, KNKT mengaku telah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang?Pada tahun 2011, ada 99 rekomendasi yang terdiri dari kereta api 10 rekomendasi, transportasi laut 12 rekomendasi, moda jalan 17 rekomendasi dan transportasi udara 60 rekomendasi,"ungkapnya.

Dalam rangka menunjang kinerja KNKT, Tatang berencana menambah jumlah investigator  dalam waktu dekat iniSaat ini KNKT memiliki 53 investigator yang bertugas di semua moda transportasi berdasar keahlian masing-masing"Jumlah ini tidak ideal melihat luas dan banyaknya moda transportasi di IndonesiaKita harapkan mulai 2012 akan ada 261 investigator untuk semua moda," jelasnya (wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seskab: Reshuffle Masih Mungkin Terjadi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler